Selasa, 14 April 2015

Pentas Kolaborasi 'Kita Sama-Sama Suka Hujan'

Diposkan oleh Rara Sabria di 20.59
Reaksi: 
Pentas Kolaborasi Kita Sama-Sama Suka Hujan merupakan pentas kolaborasi yang diselenggarakan di Bandung dan Jakarta pada tanggal 11 April dan 15 April 2015. Pentas ini diisi oleh sederet artis indie dari Bandung dan Yogyakarta yaitu:
Banda Neira (Rara Sekar dan Ananda Badudu), Layur (Febrian Mohammad), Gardika Gigih, dan String Duo (Suta Suma Pangekshi dan Jeremia Kimoshabe).

Berikut profil dari para pengisi acara di pentas kolaborasi Kita Sama Sama Suka Hujan ini.

BANDA NEIRA

Banda Neira adalah grup musik yang dibentuk oleh jurnalis Tempo Ananda Badudu dan pekerja sosial Rara Sekar Larasati.

Banda Neira telah merilis satu album EP (Di Paruh Waktu-2012), dan satu album penuh (Berjalan Lebih Jauh-2013).
musik mereka bisa didengar di soundcloud.com/bandaneira


GARDIKA GIGIH

Gardika Gigih adalah komponis dan pianis muda jebolan Institut Seni Indonesia (ISI). Pemuda 24 tahun mulai jadi pembicaraan setelah ia menggelar konser Train Music pada November 2012.

Karya-karya Gigih beberapa kali dimainkan di luar negeri. Seperti komposisi berjudul Kampung Halaman, pada 2011 dipentaskan di Yokohama, Jepang, oleh pianis Makoto Nomura. Pada 2012, karya Night at My Homeland yang ditulis Gigih dipentaskan Cultural Community Center Krakow, Polandia.

Musik Gigih bisa didengar di soundcloud.com/gardika-gigih-pradipta
Twitter: @musikgigih



LAYUR

Layur adalah nama panggung Febrian Mohammad. Modal utama alumnus jurusan Akuntansi UII Yogyakarta bermusik ini adalah laptop dan program Fruity Loops. Yang istimewa adalah eksplorasi suara dan musik yang dilakukan Layur lewat laptop itu.

Pada 2013, label Totokoko dari Jepang merilis karya-karya Layur. Ada tujuh lagu dalam EP bertajuk Self Titled tersebut, di antaranya Sepotong Kecil, The Morning Hills, dan Sway.

Karya Layur bisa didengar di soundcloud.com/layur
Twitter: @patigenie


JEREMIA KIMOSHABE

Jeremia Kimoshabe adalah cellist dan mahasiswa dari Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Penguasaan teknik yang luar biasa hebat membuat Jimi leluasa mengeksplorasi jenis musik apapun dengan instrument cello. Bersama Alfian Aditya, juga cellist dari ISI, Jimi Kimoshabe membentuk duo instrumental bernama Bad Cellists.

Alfian Aditya berhalangan hadir meramaikan pentas kolaborasi Kita Sama-sama Suka Hujan di Bandung dan Jakarta.




SUTA SUMA

Suta Suma adalah pemain biola muda yang saat ini masih studi di Jurusan Musik ISI Yogyakarta. Latar belakang akademiknya membuat Suta menguasai teknik musik berbagai genre, mulai dari klasik, metal, hingga kontemporer.

Ia sering bergabung dengan berbagai orkestra di Indonesia, seperti Sa’Unine String Orchestra, Gita Bahana Nusantara, dan masih banyak lagi.

Twitter: @suta_suma


Ini teaser dari Kita Sama-Sama Suka Hujan.




Pentas Kolaborasi ini menurut gue keren banget. Setelah mengusung pentas Suara Awan di Yogyakarta pada tahun sebelumnya, sekarang mereka menyuguhkan pentas yang bener-bener luar biasa dan ga cuma 45 menit kaya di Yogya, tapi lebih! Saya sempat menonton pentas kolaborasi Kita Sama-Sama Suka Hujan di Bandung, 11 April lalu dengan Bhakti dan Denna (salah seorang teman dari last.fm yang menyempatkan hadir untuk melihat layur, Gardika Gigih dan String Duo dan memang sudah sering menonton pertunjukan live dari mereka).

Ceritanya, 11 April lalu saya memang sudah memesan tiket dari 3 minggu sebelum pertunjukan berlangsung. Saya memesan tiket via online dengan harga Rp. 40.000,-/ tiketnya.


Kita berangkat ke venue jam 16.40 WIB dan sampai di venue pukul 17.00 WIB. Saat itu venuenya masih lumayan sepi, Kita naik angkot 2 kali ke Dago Tea House, naik angkot Cicaheum - Ciroyom berhenti di McD Dago dan naik angkot Kalapa - Dago didepan McD Dago. Kita berhenti didepan gang sebelum Dago Tea House dan harus jalan sedikit ke venue kira-kira 400 meter. Sesampainya di venue, bukti pembelian tiket yang sudah di Screen Shot kita liatin ke panitianya dan ditukar dengan tiket dan Setlist dari acara Kita Sama Sama Suka Hujan.



Karena open gate masih jam 18.30 WIB dan itu artinya masih lama banget kita nunggu, kita mutusin buat duduk dulu didekat tempat parkir mobil. Karena gue mulai ga enak badan, Bhakti nyariin Tolak Angin buat gue. Kelar beli tolak angin, kita duduk lagi sambil nungguin Denna. Karena udah magrib dan Denna ga kunjung dateng, kita masuk ke venue buat sholat di musholla nya dan kita sempet beli minuman. Kita duduk lagi didepan venuenya sambil nungguin Denna dateng. Pas Denna dateng, kita udah ngantri dibarisan buat masuk kedalam venuenya. Gue nyuruh Denna buat ikut bareng kita karena ternyata Denna dateng sendiri, ga sama temennya. Jadi Denna berdiri didepan kita ikut masuk antrian. Pas udah masuk venue, venuenya masih sepi dan kita bisa milih tempat duduk. Kita duduk lumayan didepan, ga terlalu depan, ga terlalu belakang. Seru deh, ngeliatin venue yang sekilas mirip banget sama venuenya Munthe pas launching albumnya yang The Sun Has Sunset.





Walaupun Bandung lagi dingin-dinginnya, pas semua artisnya keluar dan ngebuka acara, semuanya jadi hangat lagi. Openingnya menurut gue KEREN banget. Opening ini gue ambil dari instagram rara sekar.

video



Semangatnya kerasa banget pas openingnya. Makin ke tengah penampilan mereka makin adem. Sendu-sendu melagu gitu lah.  Ada 15 Setlist lagu di Pentas Kolaborasi ini, tapi kebanyakan ga sesuai sama Setlist tapi dimainin semua. Ini Setlistnya:

1. Hujan dan Pertemuan (Instrumental)
Lagu asli: Gardika Gigih

2. Prelude
Lagu asli: Gardika Gigih, Jeremia, dan Layur

3. Hujan di Mimpi
Lagu asli: Banda Neira

4. Tenggelam
Lagu asli: Banda Neira, Gardika Gigih dan Layur

5. Suara Awan
Lagu asli: Layur

6. Langit dan Laut
Lagu asli: Banda Neira

7. Dawn
Lagu asli: Layur

8. Kereta Senja
Lagu asli: Gardika Gigih, Banda Neira dan Layur

9. Ocean Whisper
Lagu asli: Layur

10. Derai-derai Cemara (Musikalisasi Puisi Chairil Anwar)
Lagu asli: Banda Neira

11. I'll Take You Home
Lagu asli: Gardika Gigih

12. Labuh
Lagu asli: Layur

13. Beranda
Lagu asli: Gardika Gigih, Jeremia dan Layur

14. Dan Hujan
Lagu asli: Gigih, Jeremia dan Layur

15. Are You Awake
Lagu asli: Layur


Jadi, sebenernya setlistnya ini ga sesuai sama urutan dari para artis ini pas nampilin pentas kolaborasinya. Setlist ini cuma jadi acuan sih kayanya (kayanya banget). Musik yang ena ena dari mereka ini bener bener bikin penonton ga berhenti tepuk tangan di ending penampilan mereka. Bener-bener enaaaak. Gigih dengan Pianonya dan Pianikanya, Jimi dengan Cello nya, Suta dengan Biolanya, Rara Sekar dengan xylophone nya, Ananda Badudu dengan gitarnya, dan Layur dengan bassnya.

Endingnya sempet gue abadiin di kamera hp dan lanjut di upload di YouTube.




Ending yang bikin ngakak pas masing-masing saling solo, ada Pepi (Layur) yang main drum solo trus mainnya cuma sebentar. Terus juga ada Rara Sekar niruin suaranya Ananda Badudu pake effect suara. Semua orang pada ketawa ngakak pas doi bilang 'aku ga butuh kamu lagi nan' dan doi nyanyi pake suara Ananda Badudu. Duh. Pokoknya pentas kolaborasi ini ga ada matinya!

video


Terimakasih buat suguhan karya yang luar biasa, Rara Sekar, Ananda Badudu, Gardika Gigih, Febrian Mohammad, Suta Suma dan Jeremia Kimoshabe. Kalian keren!


Terimakasih juga buat temen last.fm aku, Denna yang udah main kesini dan ngasih kaos lelagu nya Frau. Makasi banyak Denna! :)





Dan super duper terima kasih buat Mr.Sibuk yang selalu ngeluangin waktu 1 bulan sekali buat ketemu walaupun aku tau kamu cape banget dan harus bolos hari sabtu demi nemenin aku nonton. Kerja sama LDR sih ya. Terimakasih uki! ;)





0 komentar:

Poskan Komentar

Soundcloud Rara Sabria

 

Sabrianora Putri Rosadi ♥ Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review