Minggu, 22 Desember 2013

Kepada Dia Yang Selalu Aku Pikirkan (1)

Diposkan oleh Rara Sabria di 23.47
Reaksi: 
"Hey, sorry kamu liat drawing book yang ada disini nggak?"

Itulah kata - kata yang pertama kali aku ucapkan kepada pria dengan rambut sebahu dan jenggot tipisnya itu. Itu juga yang menjadi awal dari semua perbincangan yang kami lakukan.

"Oh maaf. Jadi ini bukumu? Kau yang menggambar semua yang ada dibuku ini?" ujarnya seraya memberikan drawing book ku.

"Iya, udah di cari daritadi tapi ga ketemu ketemu. Aku fikir buku ku hilang. Ini adalah harta paling berhargaku. Thanks ya". ujarku

"Semua lukisan di buku itu indah. Seperti benar benar nyata dan mungkin bisa saja kau menjadi pengganti Picasso nantinya." Senyumnya.

"Aku harap aku bisa menjadi pengganti Picasso nantinya, tapi kata katamu terlalu berlebihan. May I sheet beside you? " Ucapku seraya memohon ijin padanya.

"Sure. Apa kau mau melukis lagi? By The Way namaku Dofi." ujarnya seraya memberikan tangannya untuk bersalaman denganku.

"Aku Rima. Nice to meet you Dofi. Tapi, Aku tidak pernah melihatmu ditaman ini sebelumnya, apakah kau penghuni rumah baru yang ada di seberang jalan?"

Begitulah percakapan kami berlanjut. Yang aku tahu namanya Dofi, 21 Tahun. Mahasiswa sastra inggris yang benar benar menyukai sastra. Seseorang yang telaten dan piawai dalam merangkai kata kata. Aku benar benar senang bisa mengobrol dengannya. Berjam jam kami mengobrol tak satupun kata katanya yang aku lupa. Dia benar benar seperti malaikat yang sedang bernyanyi didepanku. Dofi tinggal dengan ibunya. Ia yatim sejak umur 9 tahun. Ayahnya meninggal karena leukemia.

“Rima, apa kamu suka mendengarkan musik?”

“Tentu saja! Bagaimana mungkin seseorang tidak menyukai mendengarkan musik? Apalagi rutinitasku setiap pagi ketika bangun adalah mendengarkan playlist ku.” Ujarku sambil melukis.

“Kamu suka genre music yang seperti apa? Pop? Jazz? Rock?”

“Aku suka pop dan jazz. Aku tidak terlalu suka rock kecuali ketika stress. Haha”

“Serius kamu mendengarkan musik metal ketika stress? Itu malah membuatmu makin stress! Dasar..”

“Loh? Serius! Tapi aku merasa makin enjoy melukis jika aku mendengarkannya. Kalau kamu? Kamu suka genre music apa?

“Aku? Aku suka folks pop. Aku lebih suka mendengarkan suara gitar dibanding alat musik lainnya. Hehe”

“Oh ya? Jadi apa kamu bisa bermain gitar?”

“Tentu. Kapan kapan aku bawa gitar ya kalau ada waktu senggang..”

“Jangan bilang kamu juga suka mengarang lagu dan menulis lirik lirik romantis?”

“Hahaha.. Kamu memang cenayang ya. Bisa tahu segala hal sebelum aku mengatakannya.”

“Jadi benar? Padahal aku Cuma menebak saja. Jadi, pasti ada seseorang yang menjadi inspirasi disetiap lagu itu kan?”

“Tentu. Aku selalu menulis sesuatu berdasarkan pengalaman pribadiku. Ya.. tapi udah lama nggak nulis lagu lagi sih..”

“Aku benar benar ingin mendengarkan lagumu suatu hari nanti.. Oh ya Dof, lukisanku sudah jadi. Mau liat?”

Mulai hari itu aku dan Dofi menjadi teman. Hampir setiap hari sehabis ashar aku bertemu dengannya ditaman komplek perumahanku. Di bangku yang berada di antara pohon yang rimbun. Tempat favoritku untuk melukis. Dia selalu datang lebih dulu dan membawakan minuman kesukaanku.

Dia memang benar benar pribadi yang menyenangkan..


1 minggu pun berlalu. Aku mulai terbiasa dengannya. Melukis setiap hari. Memperlihatkan hasil lukisanku padanya. Dia juga terkadang membawa gitarnya, membuat lirik bersamaku.


Seperti lirik, aku ada karna kau pun ada...

Aku mulai merasa nyaman dengan Dofi... 

Aku harap Dofi tidak seperti laki laki lain di luar sana yang hanya bisa menyakiti perempuan yang ada di dekatnya..

0 komentar:

Poskan Komentar

Soundcloud Rara Sabria

 

Sabrianora Putri Rosadi ♥ Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review