Sabtu, 21 September 2013

Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang

Diposkan oleh Rara Sabria di 22.30
Reaksi: 
Tugas Elemen Sistem Transportasi

ELEMEN DAN SISTEM TRANSPORTASI
BANDARA INTERNASIONAL AHMAD YANI SEMARANG

SABRIANORA PUTRI ROSADI 21040111060004
DHITA KHARISMAYANI                        210401110600
FATIH BAGUS WIDYANA         21040111060026
ADHISTY NIKITA PURI              210401110600
RUSYDAN SYAIFUL UTOMO    210401110600
TEGUH PAMBUDI                      210401110600
JENNY IRAWATI                         210401110600
RESTIAN NUR IKHSAN             210401110600
RADIX ARDHANA                     210401110600
SITI AMINAH                              210401110600

DIPLOMA PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2013
Bandar Udara adalah kawasan di daratan dan/atau perairan dengan batas-batas tertentu yang digunakan sebagai tempat pesawat udara mendarat dan lepas landas, naik turun penumpang, bongkar muat barang, dan tempat perpindahan intra dan antarmoda transportasi, yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan dan keamanan penerbangan, serta fasilitas pokok dan fasilitas penunjang lainnya. (Direktorat Jenderal Perhubungan Udara)
Bandar udara terdiri atas:
·         Bandar udara umum yaitu bandar udara yang dipergunakan untuk melayani kepentingan umum.
·         Bandar udara khusus bandar udara yang hanya digunakan untuk melayani kepentingan sendiri untuk menunjang kegiatan usaha pokoknya.
Berdasarkan rute penerbangan yang dilayani maka bandar udara dibagi menjadi 2 yaitu:
·         Bandar Udara Domestik adalah bandar udara yang ditetapkan sebagai bandar udara yang melayani rute penerbangan dalam negeri.
·         Bandar Udara Internasional adalah bandar udara yang ditetapkan sebagai bandar udara yang melayani rute penerbangnan dalam negeri dan rute penerbangan dari dan ke luar negeri.
Bandara Ahmad Yani merupakan salah satu Bandara Internasional yang berada di Kota Semarang sebagai jalur transportasi udara untuk akses ke kota lain di luar Semarang maupun akses menuju Kota Semarang. Bandara ini dibangun pada tahun 1965 dengan memiliki landasan pacu 2680 x 45m dengan luas total bandara 127 ha yang dapat menampung x pesawat.

Secara umum, sebuah bandar udara harus memiliki sarana dan prasarana minimal, yaitu landasan pacu pesawat yang memenuhi syarat (runway), menara pengontrol lalu lintas udara (air traffic control), dan gedung terminal (terminal building).
Landasaran pacu Bandara Ahmad Yani Semarang sepanjang 2,8 km dan apronnya hanya mampu menampung 5 pesawat untuk parkir.
Gedung terminal bandar udara dapat dibagi kedalam tiga wilayah yang disebut Public Area, Restricted Area dan Non Public Area.
Public Area adalah wilayah atau bagian dari bandara yang dapat dipergunakan untuk masyarakat umum. Area ini merupakan wilayah bandara yang berada di beranda atau di bagian depan bangunanm termasuk bagian luar gedung terminal/warehouse. Fasilitas atau pelayanan yang tersedia di area ini antara lain lapangan parkir kendaraan, kantin, tempat untuk ibadah, toilet umum, Anjungan Tunai Mandiri atau ATM, tempat penukaran uang, toko cindera mata, tempat penjualan tiket pesawat, restoran, serta sarana rekreasi berupa anjungan wisata.

·      Tempat Parkir
Tempat parkir merupakan fasilitas penunjang di Bandara Ahmad Yani dimana tempat parkir tersebut dibagi menjadi tempat parkir sepeda motor dan mobil. Tempat parkir sepeda motor berada di bagian selatan bandara sedangkan untuk mobil berada dekat dengan teras bandara.
  • Kantin / Toko
Bandara Ahmad Yani memiliki kantin / toko yang berada di sepanjang Public Area yang berfungsi sebagai penunjang aktifitas penumpang maupun non penumpang seperti tempat makan (KFC, Rumah Makan Padang), minimarket ( alfamart), maupun toko cindera mata.
  
  • Tempat Ibadah
Di Bandara Ahmad Yani terdapat Musholla sebagai sarana peribadatan bagi pengunjung. Hanya terdapat sarana peribadatan bagi umat muslim di bandara ini.
  • Toilet
Toilet umum merupakan salah satu fasilitas standar dalam suatu bangunan. Pada bangunan terminal Bandara A Yani terdapat 1 toilet yang berada di bagian depan bangunan terminal bandara A Yani. Toilet ini merupakan toilet umum untuk calon penumpag pesawat ataupun pengantar karena. Kondisi toilet cukup terawat karena keadaan dalam toilet bersih.
  • Taman
Pada kawasan Bandara A Yani terdapat taman atau ruang terbuka hijau yang menjadi pembatas tempat parkir mobil. Taman ini terkadang digunakan sebagai sarana rekreasi atau tempat berfoto.
  • Tempat Penukaran Uang
Tempat ini merupakan fasilitas yang ada di bandara A Yani yang digunakan untuk penukaran uang asing ke rupiah ataupun  sebaliknya. Sehingga adanya money changer ini memudahkan penumpang dari luar negeri untuk menukarkan uangnya.
  • Anjungan Wisata
Anjungan ini digunakan para pengunjung untuk melihat pesawat yang akan pergi maupun pesawat yang akan datang. Disini juga terdapat pedagang yang berjualan menjajakan cemilan dan minuman.
  • Smoking Room / Ruangan Untuk Merokok
Semua pengunjung yang datang tidak boleh merokok di area bandara ini apalagi di ruang kedatangan tempat pengunjung menunggu penumpang. Pengunjung hanya boleh merokok di tempat yang telah disediakan yaitu Smoking Room agar tidak mencemarkan udara di area bandara tersebut.
  • Tempat penjualan tiket pesawat dari Maskapai
Di area ini juga terdapat maskapai – maskapai yang menjual tiket langsung bagi penumpang yang belum membeli tiket atau yang ketinggalan pesawat. Maskapai penerbangan yang ada di bandara Ahmad Yani antara lain AirAsia dengan tujuan Kuala Lumpur, Citilink ( Jakarta ) , Garuda Indonesia ( Jakarta, Surabaya ), Indonesia Air Asia (Singapura, Surabaya), Kal Star Aviation ( Pangkalanbun, Ketapang ), Lion Air ( Balikpapan, Banjarmasin, Jakarta ), Merpati Nusantara Airlines ( Bandung, Sampit ), Silk Air ( Singapura ), Sriwijaya Air ( Jakarta, Surabaya ), Trigana Air Service ( Pangkalanbun ),  Wings Air ( Denpasar, Surabaya )


  • Taxi Service
Penumpang yang tidak dijemput bisa menggunakan jasa taksi untuk mengantarkannya ke tujuan. Umumnya penumpang mengantri, kemudian menyebutkan tujuan dan membayar terlebih dahulu disini dan kemudian mendapatkan kwitansi pembayaran, setelah itu baru menyerahkan kwitansi pembayaran kepada supir taksi.
  • Monitor jadwal keberangkatan dan jadwal kedatangan
Di depan ruang tunggu kedatangan terdapat monitor untuk pemberitahuan jadwal keberangkatan dan kedatangan pesawat. Pada monitor dicantumkan nama pesawat, maskapai, jam kedatangan atau keberangkatan, kota tujuan serta keterangan.
 



  • Papan Informasi
Terdapat papan informasi yang menunjukkan letak atau arah suatu tempat.
 
  • Informasi Bandara dan Kantor Manager Bandara
Terdapat kantor informasi bandara untuk penumpang atau calon penumpang atau pengunjung yang ingin bertanya. Terdapat pula kantor manager yang bertugas di sebelah kantor informasi ini.
Terdapat prasarana penunjang lain seperti tempat sampah dan troli.
 
Restricted Area adalah wilayah atau bagian bandara yang dapat dipergunakan untuk umum secara terbatas. Wilayah ini berada di bagian gedung terminal dan dimanfaatkan untuk pelayanan penumpang yang akan berangkat maupun yang akan tiba. Selain penumpang dan calon penumpang, yang lain tidak diizinkan memasuki ruangan ini, kecuali petugas bandar udara yang memiliki pass bandara atau yang telah mendapat izin khusus dari administrator bandara. Pelayanan yang tersedia di area ini antara lain Check In Counter, toko cindera mata, ruang pengambilan bagasi pada sisi yang berbeda dan toilet umum. Pada area ini juga terdapat alat x-ray yang digunakan untuk memeriksa barang barang yang dibawa oleh penumpang. Sebelum memasuki area ini, penumpang atau calon penumpang harus menunjukkan nomor pemesanan tiket.
 
Non Public Area adalah wilayah atau bagian dari bandara yang tidak dapat dimasuki oleh masyarakat umum, kecuali penumpang yang tinggal memasuki pesawat (boarding), atau penumpang yang tiba harus menyelesaikan dokumen perjalanannya dan akan mengambil bagasinya. Di area ini terdapat ruang tunggu, musholla, dan toilet umum.
Selain itu, untuk menunjang keselamatan penerbangan di bandar udara dipasang sebuah Alat Bantu Pendaratan pesawat terbang. Alat Bantu Pendaratan atau sering disebut Fasilitas Bantu Pendaratan juga merupakan salah satu prasarana penunjang operasi bandara.
Terdapat pula gedung kargo untuk penitipan barang yang akan dikirim melalui pesawat.
Fasilitas pendukung lainnya adalah  sistem drainase,jaringan jalan dan jaringan listrik. Sistem drainase pada bandara internasional harus dibuat sedemikian rupa agar tidak menimbulkan genangan air pada landasan pacu. Jaringan jalan menuju dari dan ke bandara haruslah dibuat lancar bahkan lengang agar tidak terjadi keterlambatan penumpang yang menuju ke bandara. Jaringan listrik pun harus dibuat seoptimal mungkin dan minimal mempunyai power supply sebesar 1500 KVA dan mempunyai genset dengan daya 2000 KVA.
Permasalahan Bandara Ahmad Yani
  1. Landasan pacu (runway) yang pendek, Kapasitas runway dan Kapasitas apron (bangsal tempat parkir pesawat) yang minim.
Salah satu penyebab mengapa bandara ahmad yani masih belum layak untuk disebut sebagai bandara Internasional adalah landasan pacu yang pendek. Landasan terbang bandara ahmad yani hanya sepanjang 2680 meter. Padahal untuk standar internasional seharusnya bandara ahmad yani memperpanjang landasannya menjadi 4000 meter. Jadi perlu diadakan peningkatan untuk kapasitas runway dan perluasan apron menjadi 450 m x 110 m sehingga mampu menampung 12 pesawat dalam waktu bersamaan.
Hal ini pula yang menyebabkan mengapa bandara ahmad yani tidak mampu menerima pesawat-pesawat Internasional seperti Airasia, Fly Emirates, Etihad. Padahal untuk provinsi Jateng yang besar dan kaya akan pariwisata seharusnya pesawat internasional seperti itu harus bisa ditampung oleh bandara Ahmad Yani.
  1. Lingkungan
Bandara ahmad yani terletak di utara kota Semarang dan berada di pinggir laut. Lokasi ini dinilai kurang strategis karena setiap tahunnya daerah pesisir pantai utara Semarang akan mengalami pen-degredasi-an tanah sekitar 0,26 cm. Drainase daerah sekitar bandara juga buruk. Sering terjadinya banjir rob akan menghambat jalur lalu lintas bandara dan masalah lain akan terjadi bila tidak ada penyelesainnya
  1. Pelayanan dan kenyamanan yang minim
Bandara ahmad yani memiliki parking area yang tidak luas untuk menampung banyaknya penumpang yang tak kurang dari 13.000 penumpang/hari tiba dan berangkat sehingga sering terjadi kemacetan di dalam maupun di luar bandara. Ruang keberangkatan yang tak luas dan tidak ditunjang dengan adanya wifi merupakan factor lain mengapa bandara ahmad yani belum pantas disebut sebagai bandara Internasional.


Daftar Pustaka

http://hubud.dephub.go.id/?id/page/detail/44. Diunduh, Sabtu 14 September 2013.
http://bandara.web.id/. Diunduh, Sabtu 14 September 2013.



1 komentar:

FTMH AZZHRH mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

Poskan Komentar

Soundcloud Rara Sabria

 

Sabrianora Putri Rosadi ♥ Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review