Jumat, 29 Maret 2013

KEBUTUHAN PETA RENCANA TATA RUANG DAN BERBAGAI TINGKAT KETELITIANNYA

Diposkan oleh Rara Sabria di 18.11
Reaksi: 

TUGAS MATA KULIAH
PEMETAAN TATA RUANG
kebutuhan peta rencana tata ruang dan berbagai tingkat ketelitiannya
Dosen Pengampu :
Dra. Bitta Pigawati, M.T


LOGO UNDIP.jpg

DISUSUN OLEH:
SABRIANORA PUTRI ROSADI
NIM 21040111060004



PROGRAM STUDI DIPLOMA III
TEKNIK PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2013
Rencana umum tata ruang dan rencana rinci tata ruang termasuk rencana tata ruang kawasan perkotaan, kawasan perdesaan, dan kawasan lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dituangkan dalam Peta Rencana Tata Ruang.
Peta Rencana Tata Ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 meliputi:
a.   Peta Rencana Struktur Ruang
b.   Peta Rencana Pola Ruang
Selain Peta Rencana Tata Ruang, dapat ditetapkan Peta penetapan kawasan strategis sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Peta Rencana Struktur Ruang terdiri atas:
a.   Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah nasional
b.   Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah provinsi
c.   Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah kabupaten
d.   Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah kota
Peta Rencana Pola Ruang terdiri atas:
a.       Peta Rencana Pola Ruang Wilayah nasional
b.      Peta Rencana Pola Ruang Wilayah provinsi
c.       Peta Rencana Pola Ruang Wilayah kabupaten
d.      Peta Rencana Pola Ruang Wilayah kota
Peta Rencana Tata Ruang diselenggarakan dengan menggunakan Peta Dasar dan Peta Tematik tertentu melalui metode proses spasial yang ditentukan.
Ketentuan lebih lanjut mengenai Ketelitian Peta Dasar dan Peta Tematik serta metode proses spasial yang digunakan di dalam penyelenggaraan Peta Rencana Tata Ruang diatur dengan Peraturan Kepala Badan.
Penyusunan Peta Rencana Tata Ruang wajib dikonsultasikan kepada Badan.
o   Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional:
Peta Rencana Tata Ruang Wilayah nasional digambarkan dengan menggunakan:
a.       sistem referensi Geospasial yang ditetapkan Kepala Badan yang berpedoman pada system referensi Geospasial bersifat global.
b.      Peta Dasar Skala Minimal 1:1.000.000
c.       Unit Pemetaan yang dapat digunakan untuk Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional
d.      Ketelitian muatan ruang meliputi: kerincian kelas unsure dan simbolisasi
Dalam hal wilayah provinsi memiliki pesisir dan laut, Peta Rencana Tata Ruang Wilayah provinsi dapat dilengkapi dengan Data Batimetri. Dalam hal wilayah provinsi berbatasan dengan wilayah provinsi lain, Peta Rencana Tata Ruang Wilayah provinsi disusun setelah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi yang berbatasan langsung. Peta Rencana Tata Ruang Wilayah provinsi digambarkan dengan penggambaran wilayah provinsi ditambah dengan wilayah provinsi yang berbatasan langsung dalam Koridor 5 (lima) kilometer sepanjang garis perbatasan.
o   Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten:
Peta Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten digambarkan dengan menggunakan:
a.       sistem referensi Geospasial yang ditetapkan Kepala Badan yang berpedoman pada system referensi Geospasial bersifat global.
b.      Peta Dasar Skala Minimal 1:50.000
c.       Unit Pemetaan yang dapat digunakan untuk Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten
d.      Ketelitian muatan ruang meliputi: kerincian kelas unsur dan simbolisasi
Dalam hal wilayah Kabupaten memiliki pesisir dan laut, Peta Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten dapat dilengkapi dengan Data Batimetri. Dalam hal wilayah kabupaten berbatasan dengan kabupaten/kota lain, Peta Rencana Tata Ruang Wilayah kabupaten disusun setelah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota yang berbatasan langsung. Peta Rencana Tata Ruang Wilayah kabupaten digambarkan dengan penggambaran wilayah kabupaten ditambah dengan wilayah ka bupaten/kota yang berbatasan langsung dalam Koridor 2,5 (dua koma lima) kilometer sepanjang garis perbatasan. Rencana pola ruang wilayah kabupaten dapat digambarkan dalam beberapa lembar Peta yang tersusun secara sistematis mengikuti indeks Peta Dasar nasional.
o   Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Wilayah Kota
Peta Rencana Tata Ruang Wilayah Kota digambarkan dengan menggunakan:
a.       sistem referensi Geospasial yang ditetapkan Kepala Badan yang berpedoman pada system referensi Geospasial bersifat global.
b.      Peta Dasar Skala Minimal 1:25.000
c.       Unit Pemetaan yang dapat digunakan untuk Rencana Tata Ruang Wilayah Kota
d.      Ketelitian muatan ruang meliputi: kerincian kelas unsur dan simbolisasi
Dalam hal wilayah kota memiliki pesisir dan laut, Peta Rencana Tata Ruang Wilayah kota dapat dilengkapi dengan Data Batimetri. Dalam hal wilayah kota berbatasan dengan kabupaten/kota lain, Peta Rencana Tata Ruang Wilayah kota disusun setelah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota yang berbatasan langsung. Peta Rencana Tata Ruang Wilayah kota digambarkan dengan penggambaran wilayah kota ditambah dengan wilayah kabupaten/kota yang berbatasan langsung dalam Koridor 2,5 (dua koma lima) kilometer sepanjang garis perbatasan. Rencana pola ruang wilayah kota dapat digambarkan dalam beberapa lembar Peta yang tersusun secara sistematis mengikuti indeks Peta Dasar nasional.

o   Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Wilayah Pulau/Kepulauan
Peta Rencana Tata Ruang Wilayah pulau/kepulauan digambarkan dengan menggunakan:
a.       sistem referensi Geospasial yang ditetapkan Kepala Badan yang berpedoman pada system referensi Geospasial bersifat global.
b.      Peta Dasar Skala Minimal 1: 500.000
c.       Unit Pemetaan yang dapat digunakan untuk Rencana Tata Ruang Wilayah pulau/kepulauan
d.      Ketelitian muatan ruang meliputi: kerincian kelas unsur dan simbolisasi

o   Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional
Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis nasional merupakan penjabaran dari Peta Sebaran Kawasan Strategis nasional dalam Rencana Tata Ruang Wilayah nasional. Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis nasional digambarkan dengan menggunakan:
a.       sistem referensi Geospasial yang ditetapkan Kepala Badan yang berpedoman pada system referensi Geospasial bersifat global.
b.      Peta Dasar pada Skala yang sesuai dengan bentang objek dan/atau sesuai kebutuhan, Skala wajib dikonsultasikan kepada Kepala Badan.
c.       Unit Pemetaan yang dapat digunakan untuk Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis nasional
d.      Ketelitian muatan ruang meliputi: kerincian kelas unsur dan simbolisasi
o   Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Provinsi
Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis provinsi merupakan penjabaran dari Peta Sebaran Kawasan Strategis provinsi dalam Rencana Tata Ruang Wilayah provinsi. Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis provinsi digambarkan dengan menggunakan:
a.       sistem referensi Geospasial yang ditetapkan Kepala Badan yang berpedoman pada system referensi Geospasial bersifat global.
b.      Peta Dasar pada Skala yang sesuai dengan bentang objek dan/atau sesuai kebutuhan, Skala wajib dikonsultasikan kepada Kepala Badan.
c.       Unit Pemetaan yang dapat digunakan untuk Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Provinsi.
d.      Ketelitian muatan ruang meliputi: kerincian kelas unsur dan simbolisasi
o   Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten
Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis kabupaten merupakan penjabaran dari Peta Sebaran Kawasan Strategis kabupaten dalam Rencana Tata Ruang Wilayah kabupaten. Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis kabupaten digambarkan dengan menggunakan:
a.       sistem referensi Geospasial yang ditetapkan Kepala Badan yang berpedoman pada system referensi Geospasial bersifat global.
b.      Peta Dasar pada Skala yang sesuai dengan bentang objek dan/atau sesuai kebutuhan, Skala wajib dikonsultasikan kepada Kepala Badan.
c.       Unit Pemetaan yang dapat digunakan untuk Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten.
d.      Ketelitian muatan ruang meliputi: kerincian kelas unsur dan simbolisasi
o   Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kota
Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis kota merupakan penjabaran dari Peta Sebaran Kawasan Strategis kota dalam Rencana Tata Ruang Wilayah kota. Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis kota digambarkan dengan menggunakan:
a.       sistem referensi Geospasial yang ditetapkan Kepala Badan yang berpedoman pada system referensi Geospasial bersifat global.
b.      Peta Dasar pada Skala yang sesuai dengan bentang objek dan/atau sesuai kebutuhan, Skala wajib dikonsultasikan kepada Kepala Badan.
c.       Unit Pemetaan yang dapat digunakan untuk Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kota.
d.      Ketelitian muatan ruang meliputi: kerincian kelas unsur dan simbolisasi
o   Ketelitian Peta Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten/Kota
o   Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan
Peta Rencana Tata Ruang Kawasan perkotaan yang merupakan bagian wilayah kabupaten digambarkan dengan menggunakan:
a.       sistem referensi Geospasial yang ditetapkan Kepala Badan yang berpedoman pada system referensi Geospasial bersifat global.
b.      Peta Dasar Skala Minimal 1:10.000.
c.       Unit Pemetaan yang dapat digunakan untuk Rencana Tata Ruang Kawasan perkotaan.
d.      Ketelitian muatan ruang meliputi: kerincian kelas unsur dan simbolisasi
Dalam hal Peta Rencana Tata Ruang Kawasan perkotaan yang mencakup dua atau lebih wilayah kabupaten/kota pada satu atau lebih wilayah provinsi digambarkan dengan menggunakan:
a.       sistem referensi Geospasial yang ditetapkan Kepala Badan yang berpedoman pada system referensi Geospasial bersifat global.
b.      Peta Dasar Skala Minimal 1:50.000.
c.       Unit Pemetaan yang dapat digunakan untuk Rencana Tata Ruang Kawasan perkotaan.
d.      Ketelitian muatan ruang meliputi: kerincian kelas unsur dan simbolisasi
Sistem Pusat Kegiatan pada Peta Rencana Tata Ruang Kawasan perkotaan harus menunjukkan dengan jelas kota inti dan kota sekitarnya.
o   Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Perdesaan
Peta Rencana Tata Ruang Kawasan perdesaan yang merupakan bagian wilayah kabupaten digambarkan dengan menggunakan:
a.       sistem referensi Geospasial yang ditetapkan Kepala Badan yang berpedoman pada system referensi Geospasial bersifat global.
b.      Peta Dasar Skala Minimal 1:10.000.
c.       Unit Pemetaan yang dapat digunakan untuk Rencana Tata Ruang Kawasan pedesaan.
d.      Ketelitian muatan ruang meliputi: kerincian kelas unsur dan simbolisasi
Dalam hal Peta Rencana Tata Ruang Kawasan perdesaan yang mencakup dua atau lebih wilayah kabupaten pada satu atau lebih wilayah provinsi digambarkan dengan menggunakan:
a.       sistem referensi Geospasial yang ditetapkan Kepala Badan yang berpedoman pada system referensi Geospasial bersifat global.
b.      Peta Dasar Skala Minimal 1:50.000.
c.       Unit Pemetaan yang dapat digunakan untuk Rencana Tata Ruang Kawasan pedesaan.
d.      Ketelitian muatan ruang meliputi: kerincian kelas unsur dan simbolisasi

0 komentar:

Poskan Komentar

Soundcloud Rara Sabria

 

Sabrianora Putri Rosadi ♥ Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review