Jumat, 12 Oktober 2012

TEORI TEMPAT PUSAT CHRISTALLER

Diposkan oleh Rara Sabria di 21.20
Reaksi: 

TUGAS MATA KULIAH
ANALISIS LOKASI DAN POLA RUANG
REVIEW MATERI TEORI TEMPAT PUSAT CHRISTALLER
Dosen Pengampu : Pangi , ST. MT


TEORI TEMPAT PUSAT CHRISTALLER
(Pertemuan VII)


DISUSUN OLEH:
SABRIANORA PUTRI ROSADI
NIM 21040111060004




PROGRAM STUDI DIPLOMA III
TEKNIK PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2012

TEORI TEMPAT PUSAT CHRISTALLER
A.      PENDAHULUAN
Dalam penentuan lokasi permukiman, dibutuhkan analisis dengan metode yang tepat agar lokasi tersebut optimal. Penentukan lokasi permukiman ini perlu memperhatikan aspek-aspek yang terdapat di dalamnya. Aspek tersebut dapat disebut juga sebagai satuan permukiman.  Adapun syarat dari satuan permukiman antara lain adanya lokasi (lahan) dengan lingkungan dan sumber daya yang mendukung, adanya kelompok manusia (masyarakat), sumber daya buatan, dan terdapat fungsi kegiatan ekonomi sosial dan budaya.
Walter Cristaller (Jerman tahun 1933) mengemukakan tentang teori tempat sentral(Theory of Central Place).Teori ini dijelaskan pada buku Die zentralen Orte in Suddeutschland atau Central Places in Southern Germany atau Tempat-tempat Pusat di Jerman Selatan. Christaller menyusun teori ini untuk menjawab tiga pertanyaan utama: apakah yang menentukan banyaknya, besarnya, dan persebaran kota? Teori ini menyangkut hierarki permukiman dan persebarannya secara geografis. Menurut Christaller terdapat konsep yangdisebut jangkauan (range) dan ambang (treshold).
Range adalah jarak yang perlu ditempuh manusia untuk mendapatkan barang kebutuhannya pada suatu waktu tertentu saja.
Threshold adalah jumlah minimal penduduk yang diperlukan untuk kelancaran dan keseimbangan suplai barang.
Dalam teori ini diasumsikan pada wilayah datar yang luas dihuni oleh sejumlah penduduk dengan kondisi yang merata.
Dalam memenuhi kebutuhannya, penduduk memerlukan berbagai jenis barang dan jasa  seperti makanan,minuman, perlengkapan rumah tangga,pelayanan pendidikan, dan pelayanan kesehatan. Untuk memperoleh kebutuhan tersebut penduduk harus menempuh jarak tertentu dari rumahnya yangdisebut range.
Lima asumsi yang digunakan oleh Christaller untuk membangun teori dengan pendekatan ilmu geografi ekonomi, antara lain :
(1) Karena para konsumen yang menanggung ongkos angkutan,maka jarak ke tempat pusat yang dinyatakan dalam biaya dan waktu,amat penting.
(2) Karena konsumen yang memikul ongkos angkutan, maka jangkauan (range) suatu barang ditentukan oleh jarak yang dinyatakan dalam biaya dan waktu.
(3) Semua konsumen dalam usaha mendapatkan barang dan jasa yang dibutuhkan, menuju ke tempat pusat yang paling dekat letaknya.
(4) Kota-kota berfungsi sebagai central place bagi wilayah disekitarnya. Artinya ada hubungan antara besarnya tempat pusat dan besarnya (luasnya) wilayah pasaran, banyaknya penduduk dan tingginya pendapatan di wilayah yang bersangkutan.
(5) Wilayah tersebut digagaskan sebagai dataran dimana penduduknya tersebar merata dan ciri-ciri ekonomisnya sama (besar penghasilan sama).

B.      REVIEW LITERATUR : TEORI TEMPAT PUSAT CHRISTALLER
Sementara itu para pedagang berupaya memperoleh keuntungan besar, sehingga mereka harus paham benar berapa banyak jumlah minimal penduduk (calon konsumen) yang diperlukan dan kesinambungan suplai barang atau jasa agar tidak mengalami kerugian.Dengan kata lain mereka harus memilih lokasi yang strategis, yaitu sebuah pusat pelayanan berbagai kebutuhan penduduk dalam jumlah partisipasi yang maksimum.
Barang kebutuhan memiliki risiko kerugian besar dan kecil. Barang kebutuhan yang beresiko mengalami kerugian besar disebut Threshold tinggi, karena jenis barang atau jasa yang dijual berupa barang-barang mewah. Misalnya, kendaraan bermotor, perhiasan, dan barang-barang lainnya dengan harga relatif mahal dan sulit terjual. Sebaliknya barang-barang yang memiliki resiko rendah disebut Threshold rendah.
Dari bentuk kebutuhan dan pelayanan di atas maka muncul istilah tempat sentral (Central Place Theory), yaitu lokasi yang senantiasa melayani berbagai kebutuhan penduduk dan terletak pada suatu tempat yang terpusat (sentral).
Skema hirarki K=3 yang merupakan pusat pelayanan berupa pasar yang selalu menyediakan bagi daerah sekitarnya, sering disebut kasus pasar optimal. Tempat sentral merupakan suatu titik simpul dari suatu bentuk heksagonal (segi enam). Daerah segi enam ini merupakan wilayah-wilayah yang penduduknya mampu terlayani oleh tempat yang sentral tersebut.
Dalam kenyataannya dapat berupa kota – kota besar, pusat perbelanjaan atau mal, supermarket, pasar, rumah sakit, sekolah, kampus perguruan tinggi, ibukota provinsi, atau kota kabupaten yang masing masing memiliki pengaruh atau kekuatan menarik penduduk yang tinggal di sekitarnya dengan daya jangkau yang berbeda.
Tempat sentral dan daerah yang dipengaruhinya (komplementer) pada dasarnya dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu hirarki 3 (K=3), hirarki 4 (K=4), dan hirarki 7(K=7).
·  Hirarki K=3
Merupakan pusat pelayanan berupa pasar yang selalu menyediakan bagi daerah sekitarnya, sering disebut kasus pasar optimal. Wilayah ini selain mempengaruhi wilayahnya sendiri, juga mempengaruhi sepertiga bagian dari masing-masing wilayah tetangganya.
·  Hirarki K=4
Yaitu wilayah ini dan daerah sekitarnya yang terpengaruh memberikan kemungkinan jalur lalu lintas paling efisien. Tempat sentral ini disebut pula situasi lalu lintas yang optimum. Situasi lalu lintas yang optimum ini memiliki pengaruh setengah bagian di masing masing wilayah tetangganya.
·  Hirarki K=7
Yaitu wilayah ini selain mempengaruhi wilayahnya sendiri juga mempengaruhi seluruh bagian (satu bagian) masing-masing wilayah tetangganya. Wilayah ini disebut juga situasi administratif yang optimum. Situasi administratif yang dimaksud dapat berupa kota pusat pemerintahan.
C.      INTI PENJELASAN TEORI
Teori ini memaparkan tentang persebaran dan besarnya permukiman (hierarki permukiman dan persebarannya). Bahwa berbagai jenis barang pada orde yang sama cenderung bergabung pada pusat wilayahnya sehingga pusat itu menjadi lokasi konsentrasi (kota). Dengan kata lain terciptanya suatu kota didorong oleh para produsen berbagai jenis barang pada orde yang sama cenderung berlokasi pada titik sentral di wilayahnya.
Elemen – elemen tempat pusat yakni range (jangkauan), threshold, dan fungsi sentral Ketiga elemen itu yang mempengaruhi terbentuknya tempat pusat dan luasan pasar baik pelayanan barang maupun jasa pada suatu wilayah. Teori tempat pusat merupakan teori mengenai hubungan fungsional antara satu tempat pusat dan wilayah sekelilingnya. Juga merupakan dukungan penduduk mengenai fungsi tertentu. Christaller tidak mendasar pada jangkauan wilayah pasar, dan meiliki hirarki – hirarki dalam pola heksagonalnya. Luas wilayah pasar juga tidak tergantung pada barang yang diproduksi.

Sumber:

0 komentar:

Poskan Komentar

Soundcloud Rara Sabria

 

Sabrianora Putri Rosadi ♥ Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review