Jumat, 12 Oktober 2012

APLIKASI TEORI LOKASI INDUSTRI

Diposkan oleh Rara Sabria di 21.13
Reaksi: 

Tugas Mata Kuliah
Analisis Lokasi dan Pola Ruang (TKP 149P)
Aplikasi Teori Lokasi Industri (WebBer&Losch) Pada PT. Semen Padang
Dosen Pengampu : Dra. Bitta Pigawati Dipl. GEO, M.T.


APLIKASI TEORI LOKASI INDUSTRI (WebBer&Losch)
(Pertemuan IV)
LOGO UNDIP.jpg

DISUSUN OLEH:
SABRIANORA PUTRI ROSADI
21040111060004



PROGRAM STUDI DIPLOMA III
PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2012

APLIKASI TEORI LOKASI INDUSTRI PADA PT. SEMEN PADANG
A.      LATAR BELAKANG MASALAH
Perkembangan suatu wilayah secara tidak langsung selalu berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi wilayahnya. Tidak dapat dipungkiri bahwa perekonomian suatu wilayah dalam lingkup terkecil sebuah kota di Indonesia, mayoritas didukung oleh adanya industri. Makna industri sendiri adalah suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau barang setengah jadi menjadi barang jadi barang jadi yang memiliki nilai tambah untuk mendapatkan keuntungan (Wikipedia,2012).
Dewasa ini, perkembangan sektor industri di Indonesia  menyebabkan terjadinya percepatan munculnya bangunan industri, penambahan devisa negara, serta mengurangi jumlah pengangguran. Namun, hal tersebut jika tidak diimbangi dengan kebijakan-kebijakan yang kuat, analisa lokasi khususnya lokasi industri yang tepat, maka keberadaan kawasan industri disamping memberikan dampak positif juga akan mempengaruhi potensi, kondisi, dan mutu sumber daya alam dan lingkungan sekitar (Anonim, 1993). Lokasi pendirian industri secara umum adalahdi kota besar (City Location), pinggir kota (Sub Urban Location ), dan luar kota (Country Location ) yang sangat dipengaruhi oleh teori lokasi. Keberadaan sektor industri tersebut tidak terlepas dari pemilihan lokasi yang didasarkan pada teori lokasi yang telah berkembang mulai dari teori klasik, neo-klasik, sampai dengan teori lokasi modern.
Teori lokasi sendiri dapat didefinisikan sebagai ilmu yang menyelidiki tata ruang (spatial order) kegiatan ekonomi, atau ilmu yang menyelidiki alokasi geografis dari sumber-sumber yang potensial, serta hubungannya dengan atau pengaruhnya terhadap keberadaan berbagai macam usaha/kegiatan lain baik ekonomi maupun sosial. (Tarigan, 2006:77). Secara umum, pemilihan lokasi oleh suatu unit aktivitas ditentukan oleh beberapa faktor seperti: bahan baku lokal (local input); permintaan lokal (local demand); bahan baku yang dapat dipindahkan (transferred input),dan permintaan luar (outside demand). (Hoover dan Giarratani, 2007).
Kota Padang, dengan sekian banyak fasilitas yang mendukung industri dan perdagangan sangat potensial untuk tumbuh dan berkembangnya bangunan-bangunan industri. Dalam hal ini, tahap penentuan lokasi industri yang didasarkan pada teori lokasi menjadi penting karena keberadaan dari sebuah kawasan industri di suatu lokasi dapat berimplikasi pada pemanfaatan lahan yang ada di sekitarnya. Selain itu, adanya teori lokasi ini sangat penting untuk dipahami karena suatu lokasi memiliki peranan yang berbeda-beda sehingga penentuan lokasi untuk pelaksanaan suatu peruntukan, misalnya industri, dapat mendorong dan menentukan arah pertumbuhan suatu daerah atau wilayah yang dijadikan lokasi.
B.      KONSEP TEORI LOKASI INDUSTRI PADA PENENTUAN LOKASI PT.SEMEN PADANG
1.       TEORI LOKASI ALFRED WEBER
Teori lokasi yang dikemukakan oleh Alfred Weber berawal dari tulisannya yang berjudul Uber den Standort der Industrien pada tahun 1909. Prinsip teori Weber adalah :
“bahwa penentuan lokasi industri ditempatkan di tempat-tempat yang resiko biaya atau ongkosnya paling murah atau minimal (least cost location)“.
Asumsi Weber yang bersifat prakondisi antara lain :
·         Wilayah yang seragam dalam hal topografi, iklim dan penduduknya. Keadaan penduduk yang dimaksud adalah menyangkut jumlah dan kualitasnya.
·         Ketersediaan sumberdaya bahan mentah. Invetarisasi sumberdaya bahan mentah sangat diperlukan dalam industri.
·         Upah tenaga kerja. Upah atau gaji bersifat mutlak harus ada dalam industri yakni untuk membayar para tenaga kerja.
·         Biaya pengangkutan bahan mentah ke lokasi pabrik sangat ditentukan oleh bobot bahan mentah dan lokasi bahan mentah.
·         Persaingan antar kegiatan industri.
·         Manusia itu berpikir rasional.
Weber menyusun model yang dikenal dengan sebutan segitiga lokasional (locational triangle). Menurut Weber, untuk menentukan lokasi industri ada tiga faktor penentu yaitu material, konsumsi dan tenaga kerja. Ketiga faktor itu oleh Weber diukur dengan ekuivalensi ongkos transport. Weber juga masih mengajukan beberapa asumsi lagi yaitu :
·         Hanya tersedia satu jenis alat transportasi.
·         Lokasi pabrik hanya ada di satu tempat.
·         Jika ada beberapa macam bahan mentah maka sumbernya juga berasal dari beberapa tempat.
                Biaya transportasi menurut Weber tergantung dari dua hal pokok yaitu bobot barang dan jarak yang harus ditempuh untuk mengangkutnya.
2.       TEORI LOKASI AUGUST LOSCH
Losch mengatakan bahwa lokasi penjual berpengaruh terhadap jumlah konsumen yang dapat dijaringnya. Makin jauh dari pasar, konsumen enggan membeli karena biaya transportasi (semakin jauh tempat penjualan) semakin mahal. Produsen harus memilih lokasi yang menghasilkan penjualan terbesar. Losch menyarankan lokasi produksi ditempatkan di dekat pasar (baca: Centre Business District). Kontribusi utama Losch adalah memperkenalkan potensi permintaan (demand) sebagai faktor penting dalam lokasi industri, Kedua, kritik terhadap pendahulunya yang selalu berorientasi pada biaya terkecil; padahal yang biasanya dilakukan oleh industri adalah memaksimalkan keuntungan (profit–revenue maximation) dengan berbagai asumsi, Losch mengemukakan bagaimana economic landscape terjadi, yang merupakan keseimbangan (equillibrium) antara supply dan demand. Oleh karena itu Losch merupakan pendahulu dalam mengatur kegiatan ekonomi secara spasial dan pelopor dalam teori ekonomi regional modern.
Keseimbangan yang dicapai dalam teori Losch berasumsi bahwa harga hanya dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran, oleh karenanya keseimbangan akan terganggu bila salah seorang penjual menaikkan harga jualnya. Keputusan ini mengakibatkan tidak hanya pasar menyempit karena konsumen tak mampu membeli tapi sebagian pasar akan hilang dan direbut oleh penjual yang berdekatan. Untuk memperluas jangkauan pasar dapat dilakukan dengan menjual barang yang berbeda jenis dari yang sudah ditawarkan.

3.       PENERAPAN TEORI LOKASI INDUSTRI PADA PT. SEMEN PADANG
Padang sebagai ibukota Provinsi Sumatera Barat memiliki potensi yang besar dalam menarik investor asing. Hal itu dikarenakan infrastruktur yang paling memadai dan modern dibandingkan dengan kabupaten ataupun kota yang lainnya di Sumatera Barat. Sumatera Barat sendiri dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir mengalami kemajuan yang cukup signifikan di bidang ekonominya. Banyak kota yang mengalami modernisasi setelah munculnya otonomi daerah. Tidak dapat dipungkiri, hal yang memicu semakin terintegrasinya Kota Padang dan sekitarnya adalah industri. Industri ini memancing tenaga kerja untuk masuk sehingga sektor-sektor perekonomian yang lainnya ikut tumbuh dan berkembang. Industri di Padang sendiri yang sudah berkembang dan cukup terkenal adalah PT Semen Padang.
PT  Semen Padang merupakan pabrik semen tertua di Tanah Air berdiri di Padang. Didirikan sejak 18 Maret 1910 dengan nama NV Nederlandsch Indische Portland Cement Maats chappi (NV NIPCM). Beroperasi di Indarung Kecamatan Lubuk Kilangan Padang, kehadiran pabrik semen tersebut memberikan peran cukup strategis dalam bidang ekonomi dan penyerapan tenaga kerja bagi masyarakat di Ranah Minang. Pada 2012, perusahaan yang memiliki logo kepala kerbau dan atap rumah gadang itu berencana akan membangun Pabrik Indarung VI guna meningkatkan kapasitas produksi dan memenuhi permintaan pasar semen yang terus meningkat.
Pada saat ini, Semen Padang mengambil bahan baku semen dari batu kapur di Bukit Karang Putih Indarung. Jarak yang ditempuh dari Pabrik ke bukit karang putih ±8 Km, sedangkan jarak ±12 Km dari Pasar Raya Padang. Lokasi PT Semen Padang disini menggunakan Teori Webber yang ke 1 yaitu daerah industri berada di tengah tengah di antara pasar dan bahan baku. Hal ini menjadi pertimbangan karena jarak dari pabrik yang dekat dengan bahan baku dan jangkauan pasarnya juga luas. Jika pabrik di letakkan terlalu dekat dengan  bahan baku, tidak memungkinkan karena daerah di dekat bahan baku agak curam dan tidak cocok untuk membangun kawasan pabrik. Karena itu lokasi pabrik berada di pinggir kota Padang dan juga tidak terlalu jauh dari bahan baku. Pemilihan lokasi di pinggir kota (Sub Urban Location) juga menguntungkan karena pajak tidak seberat ketika berada di pusat kota, tenaga kerja dapat tinggal berdekatan dengan lokasi industri, harga tanah yang relatif tidak semahal di pusat kota, serta populasi yang tidak begitu besar sehingga masalah lingkungan tidak banyak timbul.
Warna merah menunjukkan kawasan batu kapur di bukit karang yang merupakan pusat bahan baku. Warna kuning adalah daerah pabrik PT semen padang. Warna biru adalah perumahan pekerja PT Semen Padang.
4.       KESIMPULAN
Teori yang cocok dengan PT Semen Padang adalah teori Webber karena daerah yang berada tidak terlalu jauh dari pusat kota dan bahan baku. Dan juga Webber mengatakan bahwa lokasi industri harus terletak di tempat yang memiliki biaya minimal. Daerah Indarung, Padang merupakan daerah dengan biaya yang minimal karena letaknya yang dipinggir kota namun dekat dengan bahan baku pembuatan semen. Keberadaanya yang lumayan dekat dengan pasar dapat menghasilkan profit yang tinggi, karena produk yang terjual cukup banyak seiring dengan tingginya permintaan. Permintaan juga tidak hanya datang dari masyarakat Sumatera Barat namun juga masyarakat di pulau jawa dan daerah lainnya di pulau sumatera. Selain itu profit juga diperoleh dari minimnya biaya distribusi yang dikeluarkan. Kelemahan teori ini adalah daerah bahan baku yang curam dan beresiko tinggi.
Dalam memilih lokasi industri sebaiknya memperhatikan aspek strategis atau tidak wilayah tersebut. Wilayah yang dipilih harus mudah dijangkau, dekat dengan sumber bahan produksi dan berdekatan dengan jumlah permintaan produk yang diproduksi misalnya pasar. Keberadaan lokasi produksi yang berdekatan dengan pasar dapat menghasilkan profit yang tinggi. Seiring berkembangnya suatu kota yang menyebabkan perubahan struktur ekonomi kota dan juga meningkatkan keterbatasan lahan perkotaan, maka dibutuhkan suatu inovasi dalam penentuan lokasi industri yang masih dapat diintegrasikan dengan kebijakan setempat yang telah ada dan juga kondisi sosial-budaya masyarakat sekitar karena hal tersebut yang juga dapat menekan pengeluaran perusahaan. Pemilihan lokasi PT Semen Padang di pinggir kota Padang tersebut diharapkan dapat mengatasi masalah perekonomian masyarakat di kawasan tersebut sehingga dapat memajukan kawasan tersebut sama seperti bagian kota Padang yang lainnya. 

5.       DAFTAR PUSTAKA
Ardhian, Aulia. 2010. Teori Lokasi August Losch . Diunduh dari http://auliaardhian.blogspot.com/2010/10/teori-lokasi-august-losch.html pada tanggal 24 September 2012 Pukul 17.00 WIB
Djojodipuro, Marsudi. 1992. Teori Lokasi. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Jakarta.
Robinson, Tarigan. 2005. Ekonomi Regional. Teori dan Aplikasi. PT. Bumi Aksara. Jakarta.
Situmorang, Yosua Partogi Monang. 2008. Analisis Arah Transformasi Struktural Pada Sektor Primer, Sekunder, dan Tersier. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.Jakarta. Diunduh dari http://www.lontar.ui.ac.id/file?file=digital/123315-6134-Analisis%20arah-Literatur.pdf pada tanggal 24 September 2012 Pukul 17.20 WIB


0 komentar:

Poskan Komentar

Soundcloud Rara Sabria

 

Sabrianora Putri Rosadi ♥ Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review