Jumat, 12 Oktober 2012

APLIKASI DASAR – DASAR DAN ANALISIS LOKASI KEGIATAN INDUSTRI (PT SEMEN PADANG, SUMATERA BARAT)

Diposkan oleh Rara Sabria di 21.15
Reaksi: 

TUGAS MATA KULIAH
ANALISIS LOKASI DAN POLA RUANG
FAKTOR PENENTU LOKASI INDUSTRI
Dosen Pengampu : Pangi , ST. MT


DASAR – DASAR DAN ANALISIS LOKASI KEGIATAN INDUSTRI (PT SEMEN PADANG, SUMATERA BARAT)
(Pertemuan IV)

LOGO UNDIP.jpg

DISUSUN OLEH:
SABRIANORA PUTRI ROSADI
NIM 21040111060004



PROGRAM STUDI DIPLOMA III
TEKNIK PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2012

DASAR – DASAR DAN ANALISIS LOKASI KEGIATAN INDUSTRI (PT SEMEN PADANG, SUMATERA BARAT)
                Dalam struktur perekonomian suatu Negara, sektor industri telah memegang peranan yang sangat penting dalam pembangunan ekonomi nasional, yang tidak saja berpotensi memberikan kontribusi ekonomi yang besar melalui nilai tambah lapangan kerja dan juga devisa Negara. Dalam membangun industri perlu memperhatikan berbagai faktor dan harus memperhitungkan keuntugan dan kerugian dari berdirinya suatu industri. Adapun saat ini Negara Indonesia sebagai Negara berkembang sedang giat membangun untuk menuju sebagai Negara industri dengan tujuan mampu memenuhi kebutuhan penduduknya secara mandiri.
Pengertian Industri
                Industri adalah proses produksi yang mengolah bahan menjadi barang jadi sehingga menjadi barang yang bernilai bagi masyarakat. Namun perlu kita ketahui konsep tentang pengertian indsutri dari berbagai sudut.
Dalam arti sempit, Industri adalah suatu kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi, dan barang jadi menjadi barang dengan nilai tinggi penggunaannya, termasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasaan industri.
Dalam arti luas, (umum) Industri adalah merupakan bentuk usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dalam rangka mencapai kesejahteraan.
Menurut UU Nomor 5 tahun 1984, pengertian industri diartikan sebagai kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah menjadi bahan baku atau setengah jadi, menjadi barang jadi yang bernilai lebih tinggi bagi penggunanya.
Faktor-Faktor Penentu Lokasi Industri
                Pemilihan lokasi pabrik membutuhkan pertimbangan yang hati-hati. Di saat manajemen telah memutuskan untuk beroperasi di satu lokasi tertentu, banyak biaya menjadi tetap dan sulit untuk dikurangi. Keputusan lokasi sering bergantung pada tipe bisnis. Untuk keputusan lokasi industry, strategi yang digunakan biasanya adalah strategi untuk meminimalkan biaya, sedang untuk bisnis ecean dan jasa professional, strategi yang digunakan terfokus pada memaksimalkan pendapatan. Walaupun demikian, strategi pemilihan gudang ditentukan oleh kombinasi antara biaya dan kecepatan pengiriman. Secara umum, tujuan strategi lokasi adalah untuk memaksimalkan keuntungan lokasi bagi perusahaan.
Pilihan-pilihan yang ada dalam lokasi meliputi:
·         Tidak pindah, tetapi meluaskan fasilitas yang ada 
·         Mempertahankan lokasi sekarang, selagi menambah fasilitas lain dii tempat lain
·         Menutup fasilitas yang ada dan pindah ke lokasi lain.

                Pemilihan lokasi pabrik dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor ini pada prakteknya berbeda penerapannya bagi satu pabrik dengan pabrik yang lain, sesuai dengan produk yang dihasilkan. Faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi dilihat dari sisi produk yang dihasilkan adalah sebagai berikut:
·         Faktor primer, yaitu faktor yang harus dipenuhi, bila tidak, maka operasi tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.
·         Faktor sekunder, yaitu faktor yang sebaiknya ada, bila tidak operasi masih dapat diatasi dengan biaya lebih mahal.
Macam faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi pabrik adalah sebagai berikut:
·         Letak  konsumen  atau  pasar, yaitu penempatan pabrik di dekat dengan daerah konsumen.   Alasan yang mendasari pemilihan lokasi dekat dengan konsumen adalah adanya kemudahan untuk mengetahui perubahan selera konsumen, mengurangi resiko kerusakan dalam pengangkutan, apabila barang yang diproduksi tidak tahan lama, biaya angkut mahal, khususnya untuk produksi jasa. 
·         Sumber bahan baku, yaitu penempatan pabrik di dekat dengan daerah bahan baku. Dasar pertimbangan yang diambil adalah apabila bahan baku yang dipakai mengalami penyusutan berat dan volume, bahan baku mudah rasak dan berubah kualitas, resiko kekurangan bahan baku tinggi.
·         Sumber tenaga  kerja, alternatif yang  dipakai adalah apakah tenaga  kerja yang dibutuhkan unskill, dengan pertimbangan  tingkat upah rendah,   budaya  hidup sederhana, mobilitas tinggi sehingga jumlah gaji dianggap sebagai daya tarik, ataukah tenaga kerja skill, apabila pemsahaan membutuhkan fasilifeas yang lebih baik, adanya pemikiran masa depan yang cerah,  dibutuhkan keahlian, dan kemudahan untuk mencari pekerjaan lain. 
·         Air, disesuaikan dengan produk yang dihasilkan apakah membutuhkan air yang jernih alami, jernih tidak alami, atau sembarang air.
·         Suhu udara, faktor ini mempengaruhi kelancaran proses dan kualitas hasil operasi. 
·         Listrik, disesuaikan dengan produk yang dihasilkan kapasitas tegangan yang dibutuhkan. 
·         Transportasi, berupa angkutan udara, laut, sungai, kereta api, dan angkutan jalan raya.
·         Lingkungan, masyarakat, dan sikap yang muncul apabila didirikan pabrik di dekat tempat tinggal mereka, apakah menerima atau tidak. 
·         Peraturan Pemerintah, Undang-undang dan sistem pajak. Aspek umum yang diatur undang-undang adalah jam kerja maksimum, upah minimum, usia kerja minimum, dan kondisi lingkungan kerja. 
·         Pembuangan limbah industri, kaitannya dengan tingkat pencemaran, sistem pembuangan limbah   untuk perlindungan   terhadap   alam   sekitar   dan   menjaga keseimbangan habitat. 
·         Fasilitas untuk pabrik, berupa spare part, mesin-mesin, untuk menekan biaya.
·         Fasilitas untuk karyawan, agar dapat meningkatkan semangat kerja dan kesehatan kerja.

Seiring dengan adanya globalisasi, maka pemilihan lokasi menjadi semakin rumit.  Globalisasi terjadi karena:
·         Ekonomi pasar 
·         Komunikasi internasional yang lebih baik 
·         Perjalanan dan pengiriman yang lebih cepat dan dapat diandalkan 
·         Kemudahan perpindahan arus modal antar Negara 
·         Diferensiasi biaya tenaga kerja yang tinggi.
                CONTOH KASUS PT. SEMEN PADANG
                Contoh kasus yang saya ambil adalah PT. Semen Padang di Kota Padang, Sumatera Barat. Saat ini, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota dan Kabupaten Se-Sumatera Barat sedang direvisi. Kota Padang berupaya perbaiki kondisi wilayahnya dengan perencanaan tata ruang yang baru. Saat ini, kota Padang sedang menyusun Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2010-2030 yang merupakan amanat Undang-Undang No. 26/2007 tentang penataan ruang dan Undang-Undang No. 24/2007 tentang penanggulangan bencana (Sekretaris Daerah Kota Padang, Emzalmi 13/12). Karena itu saya tidak menemukan RTRW Kota Padang di Google maupun di website kota Padang. Tertundanya pengesahan RTRW Padang ini juga karena salah satu kendalanya adalah masuknya hutan seluas 412 hektare di Kawasan Bukit Barisan untuk dimanfaatkan oleh PT Semen Padang.
Kelurahan Indarung
 
 
PT Semen Padang (Perusahaan) didirikan pada tanggal 18 Maret 1910 dengan nama NV Nederlandsch Indische Portland Cement Maatschappij (NV NIPCM) yang merupakan pabrik semen pertama di Indonesia. Kemudian pada tanggal 5 Juli 1958 Perusahaan dinasionalisasi oleh Pemerintah Republik Indonesia dari Pemerintah Belanda. PT Semen Padang terletak di kecamatan Lubuk Kilangan , Kota Padang Sumatera Barat. Pabrik Semen Padang umumnya letaknya sudah memenuhi syarat pemilihan lokasi pabrik karena:
·         Semen padang terletak jauh dari pusat kota namun dekat dengan bahan baku.
·         Letaknya tidak mempengaruhi konsumen karena walaupun jauh dari pusat kota, namun umumnya seluruh masyarakat di Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi lain di Sumatera menggunakan Semen Padang karena kualitasnya dan terpercaya.
·         Sumber tenaga kerja dekat dengan lokasi pabrik.
·         Air dan suhu tidak terlalu berpengaruh dalam lokasi pabrik.
·         Fasilitas untuk karyawan yaitu perumnas semen padang.
Kelemahan dari lokasi Pabrik Semen Padang ini adalah:
·         Asap dan debu dari pabrik menyebabkan polusi udara, apalagi yang dekat dengan pabrik
·         Asap dan debunya dapat menyebabkan penyakit pernafasan
·         Tumbuhan disekitar pabrik menjadi menguning karena debunya.

                Kerugian lain yang ditimbulkan oleh PT Semen Padang adalah longsor yang bisa terjadi kapan saja apabila semen padang terus menerus mengambil bahan baku dari bukit kapur di karang putih. Dapat dilihat pada foto diatas, kapur yang diambil hampir menyamai lingkungan pabrik. Yang ditakutkan adalah longsor yang bisa terjadi kapan saja didaerah tersebut.
KESIMPULAN
Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari contoh kasus ini adalah:
a.       Teori penentuan lokasi industri yang pas dengan kasus adalah teori weber segitiga ke 2.
b.      Pabrik yang telah berdiri hampir setengah abad ini memberikan devisa bagi Sumatera Barat.
c.       Faktor – faktor yang mempengaruhi peletakan lokasi industri adalah faktor kondisi fisik lahan, ketersediaan tenaga kerja dan transportasi.
d.      Kelemahan PT Semen Padang ini sepertinya tidak terlalu menjadi masalah berarti bagi warga di wilayah indarung khususnya karena penghasilan mereka berasal dari pabrik ini.
e.      Letaknya tidak terlalu menjadi faktor penentu lokasi industri karena walaupun jauh dari pusat kota, barang yang ditawarkan tetap laku dan terjamin kualitasnya.

1 komentar:

Mohamad Soleh mengatakan...

mkasich..
mmbantu bgt..

Poskan Komentar

Soundcloud Rara Sabria

 

Sabrianora Putri Rosadi ♥ Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review