Jumat, 12 Oktober 2012

ANALISIS LOKASI DAN TRANSPORTASI

Diposkan oleh Rara Sabria di 21.18
Reaksi: 

TUGAS MATA KULIAH
ANALISIS LOKASI DAN POLA RUANG
REVIEW ANALISIS LOKASI DAN TRANSPORTASI
Dosen Pengampu : Pangi , ST. MT


ANALISIS LOKASI DAN TRANSPORTASI
(Pertemuan VI)

LOGO UNDIP.jpg

DISUSUN OLEH:
SABRIANORA PUTRI ROSADI
NIM 21040111060004



PROGRAM STUDI DIPLOMA III
TEKNIK PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2012


ANALISIS LOKASI DAN TRANSPORTASI
A.   Pengertian Geografi Transportasi
Geografi merupakan studi yang mempelajari fenomena alam dan manusia dan keterkaitan keduanya di permukaan bumi dengan menggunakan pendekatan keruangan, kelingkungan, dan kompleks wilayah. Sedangkan transportasi adalah pemindahan manusia atau barang dari satu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan sebuah wahana yang digerakkan oleh manusia atau mesin. Transportasi digunakan untuk memudahkan manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
Dari dua pengertian antara geografi dan transportasi dapat dipadukan menjadi pengertian geografi transportasi yaitu diskripsi yang menyeluruh antara aspek manusia dan aspek alat baik dari tenaga maupun dari lingkungan sekitar seperti alat transportasi memakai tenaga hewan.
B.    Kajian Geografi Transportasi
Fokus kajiannya adalah interelasi, interaksi dan integrasi antara aspek alam dan manusia dalam suatu ruang tertentu. Dan mempunyai tujuan mempermudah komunikasi.
C. Peranan Transportasi
1. Peranan Transportasi dalam Peradaban Manusia
Perpindahan penduduk dan barang sudah seumur dengan sejarah manusia itu sendiri. Manusia pada mulanya berpindah dari satu tempat ke tempat lain dalam mencari makanan sambil membawa milik mereka yang jumlahnya belum begitu banyak. Perpindahan yang terbatas itu merupakan suatu awal dari cara manusia untuk memnuhi kebutuhan hidupnya.
2. Peranan Transportasi dalam Ekonomi
Ekonomi berhubungan dengan produksi, distribusi dan konsumsi barang dan jasa yang memiliki nilai bagi manusia. Penduduk harus mempergunakan sumber daya alam di bumi ini untuk memnuhi kebutuhan hidup, menyediakan makanan, pakaian dan tempat tinggal. Tetapi, sumber daya alam di muka bumi ini tidak merata sehingga tidak ada satu daerah pun yang dapat memnuhi kebutuhannya sendiri. Oleh sebab itu, transportasi sangat di butuhkan untuk memindahkan seseorang ataupun benda dari satu tempat ke tempat lainnya.
3. Peranan Transportasi dalam Terbentuknya Pemukiman
Manusia pada mulanya hidup secara berpindah-pindah (nomaden) untuk mencari makanan. Merka membawa serta kepunyaan mereka yang terbatas dengan bantuan alat transportasi yang masih sangat sederhana. Dengan adanya transportasi maka akan timbul pemukiman yang berada pada jalur atau tempat-tempat tertentu seperti pinggir sungai atau laut (sebab pada masa dahulu transportasi air paling mudah). Pemukiman pada awalnya berukuran relative kecil, karena daerahnya cukup terbatas untuk mendapatkan bahan kebutuhan hidup sebagai pendukung pemukiman itu.Dengan bertambahnya penduduk, makin meningkatnya pelayanan transportasi maka pemukiman pun bertambah ramai.
4. Peranan Transportasi dalam Politik
Dunia terbagi atas berbagai satuan politis baik brupa Negara, daerah (otonom), maupun regional. Untuk dapat mengawasi atau mengamankan daerah-daerah yang jauh dari pusat pemerintahan, peranan transportasi sangat penting. Lancar/tidak lancarnya roda pemerintahan sangat tergantung pada transportasi. Kunjungan pejabat pemerintahan ke suatu daerah dapat terlaksana dengan baik kalau tersedia transportasi yang memadai. Fungsi utama dari transportasi dalam politik adalah penyediaan komunikasi berupa penyampaian pesan atau informasi dari satu tempat ke tempat lain. Pada zaman dahulu penyediaan transportasi adalah untuk gerakan militer.
Fungsi transportasi yang lain adalah penyediaan prasarana dan sarana untuk perjalanan penduduk dan mengangkut barang-barang.
5. Peranan Transportasi terhadap Lingkungan
Salah satu akibat sampingan dari transportasi yagn sangat tidak kita inginkan adalah polusi lingkungan alamiah. Bentuk yang paling berbahaya dan sukar untuk ditangani adalah pengotoran udara oleh berbagai partikel dan gas. Semua bentuk transportasi mengakibatkan polusi, kendaraan yang mengguanakan mesin dengan pembakaran merupakan penyebab polusi yang paling besar, terutama di daerah-daerah yang [adat mengakibatkan gangguan kesehatan.  Bentuk polusi lain yang cukup mengganggu adalah kebisingan. Masalah ini sering muncul di sekitar jalan dimana kendaraan beroperasi dengan kecepatan tinggi. Kebisingan yang datangnya dari sumber-sumber ini dapat mengganggu lingkungan yang butuh ketenangan seperti kediaman, sekolah dan rumah sakit.
6. Peranan Transportasi dalam Tata Ruang Kota dan Wilayah
Selain peranan transportasi yang telah disebutkan di atas, transportasi juga memiliki peranan dalam tata ruang kota dan wilayah. Karena perencanaan transportasi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari perencanaan kota dan wilayah. Rencana kota tanpa mempertimbangkan keadaan dan pola transportasi yang akan terjadi sebagai akibat dari rencana itu sendiri, akan menghasilkan kesemrawutan lalu lintas di kemudian hari. Akibat lebih lanjut adalah meningkatnya jumlah kecelakaan, pelanggaran, dan menurunnya sopan-santun berlalu-lintas, serta meningkatnya pencemaran udara.
D. Geografi dengan Transportasi Darat
Transportasi darat sebagai alat dalam kegiatan perpindahan manusia dan atau barang dari suatu wilayah ke wilayah yang lain, sangat berpengaruh terhadap kondisi  litosfer bumi.
Litosfer dalam artian lapisan daratan di permukaan bumi dapat dikaitkan dengan transportasi darat, diantaranya dalam hal :
1.      Penggunaan lahan
2.      Pertambangan
3.      Kondisi tanah
4.      Topografi
5.      Perbedaan kandungan SDA tiap wilayah
6.      Bencana alam
Beberapa hal di atas merupakan beberapa point penting mengenai interaksi transportasi darat dengan unsur geografi berupa litosfer.
1.      Penggunaan lahan
Alih fungsi lahan menjadi jalan raya, kini semakin banyak dilakukan. Sebab, terjadi ketidak seimbangan antara kebutuhan ruang transportasi darat dengan ketersediaan jalan. Akibatnya, perluasan jalan semakin diintensifkan. Bahkan, pembangunan jalan-jalan tol menjadi agenda besar bagi pemerintah agar dapat memperlancar arus transportasi darat. Penambahan jalan tersebut tentu saja membutuhkan banyak lahan. Sehingga, lahan sebagai salah satu aspek litosfer menjadi sesuatu yang amat dibutuhkan terkait dengan alih fungsi dan tata guna lahan itu sendiri.
Selain itu, beberapa Negara mengkondisikan lahan yang ada untuk dijadikan jalur transportasi darat. Contoh : Swiss membangun jalur kereta api yang terletak di pegunungan dengan cara membuat terowongan. Hal tersebut dilakukan untuk memperpendek jarak yang ditempuh.
Di Inggris, banyak terdapat stasiun kereta api bawah tanah. Hal tersebut juga termasuk pemanfaatan lahan untuk trasnportasi darat. Sebab, mereka membangun rel kereta api di bawah tanah dengan memanfaatkanspace lahan yang memiliki potensi untuk dijadikan stasiun dan rel kereta api.
2.      Pertambangan
Pertambangan terkait dengan pemanfaatan sumberdaya di suatu wilayah. Dalam proses pertambangan, tentunya dibutuhkan berbagai sarana transportasi. Mulai dari proses menuju titik wilayah yang akan ditambang, proses pertambangan, hingga pengangkutan hasil tambang, semuanya membutuhkan alat transportasi. Umumnya, pada wilayah pertambangan terdapat semacam kereta sederhana untuk mengangkut hasil tambang. Kereta tersebut berada di dalam lokasi pertambangan yang bisa mencapai beberapa meter di bawah tanah.
Contoh : pertambangan emas di Finlandia dan sejumlah Negara lainnya menggunakan kereta sederhana untuk memudahkan proses pengangkutan hasil tambang berupa emas.
3.      Kondisi tanah
Kondisi tanah suatu wilayah mempengaruhi pembuatan jembatan, jalan, jalur rel kereta api, dan sebagainya. Sebab, apabila tanah memiliki struktur yang kurang padat, maka rawan terjadi longsor. Hal itu dapat menghambat arus transportasi darat.
Selain itu, apabila kondisi tanah tidak stabil, jalan raya yang dibuat akan mudah mengalami erosi dan penurunan permukaan. Sebab, gaya tekanan dari alat transportasi yang melewati jalan tersebut terlalu berat, sehingga permukaan jalan akan mengalami penurunan.
Contoh : di daerah Garut, Jawa Barat banyak terjadi penurunan permukaan jalan yang dapat membahayakan para pengguna jalan. Sebab, kondisi tanah pada daerah tersebut lebih labil daripada di daerah lain.
4.      Topografi
Topografi merupakan kondisi di permukaan bumi terkait dengan kondisi fisik lahan. Bumi memiliki permukaan yang tidak rata. Banyak wilayah yang memiliki topografi datar, namun tidak sedikit pula yang memiliki topografi bergunung-gunung, bahkan berbukit-bukit. Kondisi seperti itu mempengaruhi transportasi darat yang digunakan.
Sulit apabila menggunakan mobil pribadi melewati daerah dengan topografi berbukit dan bergunung. Sehingga, daerah dengan topografi tidak rata memiliki aksesibilitas yang rendah. Sebab, tidak semua alat transportasi darat dapat digunakan untuk mencapai daerah tersebut.
Contohnya, di wilayah Papua dengan sebagian besar wilayah bertopografi tidak rata berupa pegunungan dan perbukitan. Sehingga, aksesibilitas daerah tersebut sangat rendah.
Di wilayah Dingle, Irlandia juga memiliki keterbatasan yang sama. Hampir tidak ada bus yang melewati daerah tersebut sebab topografinya berupa pegunungan dan perbukitan. Sehingga, resiko menggunakan bus sebagai sarana transportasi darat sangan besar.
5.      Perbedaan Kandungan SDA Tiap Wilayah
Litosfer berkaitan erat dengan berbagai kandungan Sumber Daya Alam (SDA) yang dimilikinya. Tiap-tiap daerah memiliki SDA yang berbeda-beda. Ada yang memiliki SDA berupa batu bara, minyak, atau mineral lainnya. Hal itu menyebabkan terjadi perpindahan  dari wilayah satu ke wilayah lain untuk mencukupi kebutuhan SDA masing-masing daerah.
Contoh : tambang batu gamping di Gunung Kidul menyebabkan adanya arus transportasi darat. Truk dan beberapa alat berat digunakan untuk menjalankan kegiatan pertambangan tersebut. Truk tersebut umumnya berasal dari luar daerah Gunung Kidul. Truk-truk tersebut digunakan untuk mengangkut batu-batu gamping yang akan digunakan oleh para pengrajin sebagai bahan baku pembuatan marmer dan kerajinan lainnya.

6.      Bencana Alam
Erupsi gunung api, tanah longsor, gempa bumi, dan bencana litosfer lainnya menyebabkan terjadinya hambatan dalam arus transportasi darat. Apabila bencana-bencana tersebut terjadi, maka timbul berbagai macam kerusakan. Kerusakan alat transportasi dan prasarana seperti jalan dan jembatan tentu saja menghalangi aktivitas transportasi di suatu wilayah.
Bila erupsi gunung api terjadi, maka banyak mobil, truk, dan alat transportasi darat lainnya yang rusak bahkan hangus. Apabila gempa bumi terjadi, banyak kecelakaan yang terjadi di jalan akibat tak ada keseimbangan dan control yang dapat dilakukan oleh para pengemudi. Jalan-jalan pun akan menjadi rusak, jembatan dapat terputus, bahkan jalur rel kereta api akan berubah drastis. Hal ini akan berakibat pada kerugian dan terhambatnya aktvitas masyarakat yang bergantung pada transportasi darat.
Misalnya, saat terjadi gempa bumi di Bantul, beberapa akses jalan sempat ditutup akibat kerusakan yang parah dan dapat membahayakan para pengguna jalan apabila dilewati.
Di San Fransisco, dimana gempa bumi dahsyat pernah melanda kota tersebut, banyak sekali kerusakan-kerusakan sarana dan prasarana transportasi darat yang terjadi. Pergeseran dan penurunan jalan, jembatan putus, bahkan rel kereta api yang terpisah-pisah. Hal tersebut memiliki makna bahwa bencana alam litosfer sangat mempengaruhi aktivitas transportasi darat.

Sumber:
Mbina Pinem, 2007. Geografi Transport.FAKULTAS ILMU SOSIAL.UNIMED.
http://tugasakhiramik.blogspot.com/2009/10/pengertian-transportasi.html

0 komentar:

Poskan Komentar

Soundcloud Rara Sabria

 

Sabrianora Putri Rosadi ♥ Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review