Sabtu, 31 Maret 2012

TUJUH KONSEP DASAR GEOLOGI LINGKUNGAN DALAM PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Diposkan oleh Rara Sabria di 01.02
Reaksi: 


7 (TUJUH) KONSEP DASAR GEOLOGI LINGKUNGAN
MAKALAH INI DISUSUN UNTUK MELENGKAPI TUGAS
MATA KULIAH GEOLOGI LINGKUNGAN
TKP 042




                                                            Oleh :            
Sabrianora Putri Rosadi
21040111060004




JURUSAN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2012

BAB I
PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang
Planologi atau Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) adalah suatu program studi yang mempelajari tentang cara merencana suatu wilayah dan kota. Ilmu perencanaan wilayah dan kota merupakan ilmu terdiri dari berbagai konsep ilmu yang lain. Misalnya, ilmu ekonomi, ilmu kependudukan, ilmu sosial, dan salah satu yang paling penting yaitu geologi lingkungan. Ilmu-ilmu tersebut diperlukan agar ilmu perencanaan dapat dipergunakan secara maksimal sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai serta dapat mendatangkan manfaat bagi masyarakat atau penduduk sebagai subjek dan sekaligus objek perencanaan. Sehingga perencana dapat merencanakan suatu wilayah atau kota yang bersih, rapi, indah, aman, dan berwawasan lingkungan.
Dalam ilmu perencanaan wilayah dan kota, secara garis besar mempunyai dua aspek yang harus dikembangkan, yaitu aspek fisik dan non fisik. Aspek fisik di sini adalah klimatologi, morfologi, litologi, stratigrafi, hidrologi, hidrogeologi, bahaya geologi, dan sumber daya alam serta aspek non fisik antara lain ekonomi, sosial, budaya, politik dan hankam. Aspek fisik di sini tidak lain adalah bagian dari ilmu geologi, yang akan dibahas dalam makalah ini, terutama geologi lingkungan.
Geologi lingkungan sebagai ilmu terapan dari pengetahuan geologi yang ditujukan dalam upaya memanfaatkan sumberdaya alam secara efektif dan efisien guna memenuhi kebutuhan hidup manusia masa kini dan masa mendatang dengan seminimal mungkin mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkannya. Dengan kata lain geologi lingkungan dapat diartikan sebagai penerapan informasi geologi dalam pembangunan terutama untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan untuk meminimalkan degradasi lingkungan sebagai akibat perubahan-perubahan yang terjadi dari pemanfaatan sumberdaya alam.

Ada tujuh konsep yang menjadi dasar ilmu geologi lingkungan, yaitu:
1)      Pada dasarnya bumi merupakan suatu sistem tertutup
2)      Bumi yang kita miliki sebagai tempat tinggal yang paling sesuai dengan kehidupan manusia ini mempunyai sumber daya alam yang terbatas
3)      Pada saat ini, proses – proses fisik telah mengubah bentang alam, baik secara alamiah dan buatan, yang telah tersusun selama periode geologi.
4)      Selalu terjadi proses alam yang membahayakan kehidupan manusia.
5)      Perencanaan tataguna lahan dan tataguna air harus diupayakan seoptimal mungkin untuk memperoleh keseimbangan antara pertimbangan ekonomi dan variabel yang nyata, seperti estetika.
6)      Dampak dari penggunaan lahan akan semakin menumpuk, oleh karena itu kita berkewajiban melestarikannya untuk generasi selanjutnya.
7)      Komponen pokok dari setiap lingkungan manusia merupakan suatu faktor geologi, dan pemahaman terhadap lingkungan ini membutuhkan wawasan dan pengetahuan yang luas terhadap ilmu bumi dan disiplin – disiplin ilmu lain yang masih berkaitan.

1.2  Rumusan Masalah
Ketujuh konsep yang telah disebutkan di atas merupakan konsep geologi lingkungan yang bersifat lebih umum. Tidak semua konsep di atas dapat diterapkan dalam suatu wilayah. Makalah ini akan membahas mengenai konsep yang  relevan dengan kondisi geologi di Indonesia.
1.3  Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan penyusunan makalah ini adalah untuk menjelaskan ketujuh konsep dasar geologi lingkungan dan analisis konsep yang relevan dengan kondisi geologi Indonesia.







BAB II
KAJIAN TEORI
            Tujuh konsep dasar geologi lingkungan :
¨      Konsep I : “The Earth is Essentially a closed system”
            Pada dasarnya bumi merupakan suatu sistem tertutup.
            Suatu sistem merupakan suatu kesatuan yang terdiri dari beberapa bagian atau komponen sehingga membentuk suatu kelompok besar yang menjalankan suatu fungsi tertentu. Setiap komponen tersebut pada dasarnya memiliki fungsi tersendiri, tetapi komponen-komponen tersebut dalam suatu kesatuan sistem membentuk suatu fungsi baru yang lebih dinamis dan kompleks. Beberapa contoh dari sistem ini adalah Bumi.
            Bumi menerima pancaran radiasi gelombang pendek dari matahari dan berubah menjadi gelombang panjang di bumi lalu bumi akan kembali memancarkan radiasi gelombang panjang ke ruang angkasa. Sehingga dalam sistem tersebut tidak terjadi pertukaran energi maupun materi.
            Bumi terdiri dari 4 bagian, yaitu:
            Atmosfer, yaitu campuran gas yang mengelilingi Bumi. Gas – gas yang dominan adalah nitrogen, oksigen, argon, karbon dioksida dan uap air.
            Hidrosfer, yaitu seluruh air yang ada di Bumi, meliputi samudera, danau, sungai, air bawah tanah, dan seluruh salju dan es, dengan pengecualian uap air di dalam atmosfer.
            Biosfer, yaitu seluruh organisme yang ada di Bumi, termasuk juga berbagi material organik yang belum mengalami dekomposisi.
            Geosfer, yaitu bagian Bumi yang padat, dan terutama tersusun oleh batuan dan regolit (partikel-partikel batuan lepas yang menutupi bagian Bumi yang padat)
            Interaksi antar bagian ini sangat mempengaruhi Bumi, baik dari segi penampakan permukaan bumi maupun cuaca. Contohnya, apabila terjadi letusan gunung berapi, maka juga dapat mempengaruhi atmosfer, yaitu karena keluarnya gas vulkanik, dan selain itu juga akan berpengaruh pada komponen hidrosfer karena akan terjadi hujan pada daerah sekitarnya. Perubahan pada komponen biosfer dapat merubah kondisi lingkungan juga, dan kadang kondisi yang curam di daerah lereng dapat menyebabkan erosi atau tanah longsor. Hubungan – hubungan antar komponen bukanlah sesuatu yang acak, namun dapat dipelajari dengan mengidentifikasi setiap bagian, yaitu dengan mengetahui bagaimanakah komponen tersebut dapat mempengaruhi komponen yang lain serta pengaruhnya terhadap daerah sekitar. Contohnya adalah hidrosfer, daur atau siklus air laut yang merupakan pengaruh dari cahaya matahari sehingga terjadi evaporasi. Hal tersebut dapat mempengaruhi kadar air atau kelembaban atmosfer.
            Seperti yang kita ketahui, Bumi bukanlah sesuatu yang statis. Namun, bumi lebih bersifat dinamis, artinya sistem berkembang dimana material dan energi yang terkandung di dalamnya berubah secara konstan. Dinamis, dapat digolongkan juga ke dalam suatu sistem yang terbuka dengan tidak adanya batasan energi dan material. Namun, terdapat siklus alam seperti siklus air dan siklus batuan yang selalu kembali kebentuk semula menjadi energi dan material, maka sistem ini lebih tepat dikatakan sebagai suatu sistem yang tertutup.

¨      Konsep II : “The Earth is the only suitable  habitat we have and its resources are Limited”
            Bumi merupakan satu – satunya tempat kehidupan manusia tetapi sumber daya alamnya terbatas.
            Bumi yang kita tempati ini merupakan satu – satunya tempat hidup manusia dan sumber – sumber daya bumi kita terbatas. Kita dapat tinggal di bumi ini, karena bumi ini didukung oleh kondisi yang memungkinkan untuk berlangsungnya kehidupan makhluk hidup, antara lain adanya air, udara untuk bernapas, suhu yang sesuai, dan adanya lapisan atmosfer yang komposisinya dapat mendukung berlangsungnya kehidupan, serta faktor – faktor lainnya. Menurut Harun Yahya, kehidupan hanya mungkin ada dalam lingkungan dengan batas – batas tertentu, dan dalam kondisi yang telah dirancang memiliki faktor pendukung adanya kehidupan yaitu: suhu bumi yang ideal bagi makhluk hidup; bumi memiliki medan magnet kuat yang berperan penting dalam menjaga kelangsungan hidup, ukuran bumi begitu tepat-tidak terlalu kecil sehingga kehilangan atmosfernya, karena gravitasi yang kecil gagal mencegah gas lepas ke angkasa, dan tidak terlalu besar sehingga gravitasinya menahan begitu banyak atmosfer, termasuk gas yang berbahaya.
            Bumi secara keseluruhan, termasuk laut dan atmosfer memiliki sumber daya yang dapat didayagunakan. Sumber daya alam terbagi menjadi 2 yaitu yang dapat diperbaharui(air, tanah dan udara) dan yang tidak dapat diperbaharui. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui jumlahnya sangat terbatas. Contohnya, barang tambang.kita dituntut untuk menggunakan sumber daya tersebut secara efisien dan efektif, selain itu diupayakan dalam mencari alternatif sumber energi baru.
           
¨      Konsep III : “Today’s physical processes are modifying our landscape and have operated throughout much of geologic time. However,the magnitude and frequency of these processes are subject to natural and artificially-induced change”
            Proses - proses fisik saat ini mengubah bentang alam dan telah tersusun selama periode geologi. Bagaimanapun, besar dan frekuensi proses tersebut menyebabkan perubahan baik secara alami maupun buatan.
            Konsep ketiga ini adalah konsep yang menyatakan bahwa proses – proses alam yang terjadi pada saat ini merupakan kunci untuk mengetahui proses alam yang terjadi pada masa lalu dan merupakan prediksi untuk proses pada masa yang akan datang.
            Bumi ini bersifat dinamis dan tidak statis. Bumi selalu mengalami perubahan, baik yang bersifat alamiah atau terjadi dengan sendirinya karena aktivitas alam maupun yang terjadi karena perbuatan/ulah manusia. Perkembangan fisik bumi secara alami adalah akibat dari siklus bumi. Selain perubahan secara alami, terdapat perubahan buatan yang dilakukan oleh manusia, hal ini diakibatkan aktivitas manusia yang mempengaruhi keadaan alam dan fisik bumi saat ini, contohnya adalah pemanasan global yang terjadi akibat berbagai macam aktivitas manusia berdampak pada perubahan iklim dan lingkungan yang terjadi dibumi saat ini. Contoh perubahan alami adalah peristiwa terpecahnya lempeng benua yang sebelumnya merupakan suatu kesatuan daratan menjadi beberapa benua dan pulau-pulau yang ada di bumi pada saat ini).


¨      Konsep IV : “There have always been earth processes that are hazardous to people. These natural hazard must be recognized and evoided where possible, and their threat to human life and property must be minimized”
            Selalu terjadi proses alam yang membahayakan kehidupan manusia. Oleh karena itu, bencana alam ini haruslah dikenali dan sedapat mungkin dihindari, agar kerugian akan rusaknya harta benda dan jatuhnya korban jiwa dapat diminimalisir.
Proses alami di bumi ada 2 yaitu :
1.      Eksogenetik terjadinya pada atau dekat permukaan bumi, contoh: perubahan cuaca pergerakan tanah dan erosi yang disebabkan oleh arus air, angin atau gas, krisis air dll.
2.      Endogenetik yaitu terjadi di dalam atau dibawah kerak bumi contoh aktifitas adalah vulkanik dan diatropisme.
Proses – proses tersebut pada umumnya dapat merugikan kehidupan manusia. Oleh karena itu kita harus dapat memprediksi untuk menimalkan ancaman yang ditimbulkan dari proses alam tersebut. Dari sekian banyak proses bumi seperti kondisi biologi, geografi dan iklim, dapat dibuat suatu informasi seperti bagi perencana yang bertujuan untuk menggabungkan berbagai alternatif untuk menghindari atau meminimumkan tindakan untuk kehidupan manusia.
Proses – proses perubahan yang dapat mengubah bentang alam ini dapat terjadi secara alamiah (contohnya peristiwa terpecahnya lempeng benua yang sebelumnya merupakan suatu kesatuan daratan menjadi beberapa benua dan pulau-pulau yang ada di bumi pada saat ini), ataupun karena perbuatan manusia. Kejadian tersebut akan sulit untuk dibuktikan apabila hal tersebut bukan prinsip kesergaman. Selain proses alamiah, proses perubahan tersebut juga berasal dari faktor aktifitas manusia. Sedangkan, besarnya akibat yang ditimbulkan tergantung dari aktivitas yang dilakukan oleh manusia. Adapun, efek dari aktivitas yang dilakukan oleh manusia itu dapat dikatakan kecil dalam skala global, tetapi dalam skala regional efek tersebut akan dapat dirasakan oleh makhluk hidup.

¨      Konsep V : Land- and water-use planning must strive to obtain a balance between economic considerations and the less tangible variables such us aesthetics”
            Perencanaan tataguna lahan dan tataguna air harus diupayakan seoptimal mungkin untuk memperoleh keseimbangan antara pertimbangan ekonomi dan variabel yang nyata, seperti estetika.
            Pembangunan suatu proyek bagi kehidupan manusia harus ditimbang dengan membandingkan antara keuntungan ekonomi pada waktu tertentu dengan harga, dengan mengasumsikan dimana ada keanekaragaman alam, ada keanekaragaman ekosistem, bergabung dengan bentang alam dan modifikasinya. Evaluasi tentang tata guna lahan mempermudah mengidentifikasi alternatif yang beranekaragam.
            Dewasa ini, keseimbangan antara kriteria ekonomi dan estetika sangat sulit untuk dicapai. Oleh karena itu, untuk menyelaraskan pertimbangan ekonomi dengan penilaian estetika diperlukan adanya pengaturan skala tingkat ekonomi dengan menyamakan skala tingkat evolusi estetika, pengembangan metode kuantitatif, tentang analisis data yang diperoleh, dan yang terakhir, pengembangan teknik pemetaan dan mengembangkan sumbar daya alam yang berestetika tersebut.

¨      Konsep VI : The effects of Land-use tend to be cumulative, and, therefore, we have an obligation to those who follow”
            Dampak dari penggunaan lahan akan semakin menumpuk, oleh karena itu kita berkewajiban melestarikannya untuk generasi selanjutnya.
            Beberapa juta tahun yang lalu, kehidupan manusia selalu berpindah – pindah. Kehidupan manusia masih mengandalkan alam, dengan cara mengumpulkan bahan makanan dari hutan dan berburu hewan. Seiring dengan berkembangnya populasi dan kebutuhan terhadap makanan, pakaian, dan tempat tinggal, mereka mulai membuka daerah baru dan pada akhirnya mereka mengembangkan pertanian di daerah tersebut. Dan, kemudian mereka hidup secara menetap, tidak lagi berpindah – pindah. Hal ini merupakan contoh awal dari sebuah penggunaan lahan buatan yang mampu memodifikasi lingkungan alami, yang mengakibatkan mulai timbulnya masalah – masalah pembuangan limbah, polusi, erosi karena pembukaan lahan.
Manusia hidup memerlukan lahan. Penggunaan lahan sebagai tempat untuk melakukan aktivitas manusia. Lahan digunakan dan dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan manusia, tetapi pengembangan dapat menimbulkan daerah polusi yang disebabkan sampah dan erosi tanah dari perubahan vegetasi. Kegiatan pengolahan tanah tersebut berpengaruh pada keseimbangan ekologi area, sehingga tidak mengherankan bila pertambahan populasi manusia sejajar dengan semakin langkanya burung dan mamalia.

¨      Konsep VII: “The Fundamental component of every person’s environment is the geologic factor, and understanding this environment requires a bord-base comprehension and appreciation of the earth sciences and other related disciplines”
            Komponen pokok dari setiap lingkungan manusia merupakan suatu faktor geologi, dan pemahaman terhadap lingkungan ini membutuhkan wawasan dan pengetahuan yang luas terhadap ilmu bumi dan disiplin – disiplin ilmu lain yang masih berkaitan.
            Proses geologi dipengaruhi oleh manusia, sebab adanya fakta bahwa geologi adalah lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan disiplin ilmu yang berkaitan dengan geologi lingkungan seperti :
1.      Geomorfologi, adalah studi tentang bentang alam dan proses pembentukan permukaan bumi
2.      Petrologi, adalah ilmu tentang batuan dan mineral
3.      Sedimentologi, adalah studi tentang tingkat endapan sedimen
4.      Tektonik, adalah studi yang mempelajari proses terjadinya cekungan laut, gunung dan kenampakan struktur alam lainnya
5.      Hidrologi, adalah studi tentang permukaan bumi
6.      Pedologi, adalah studi tentang tanah
7.      Geologi ekonomi, adalah aplikasi tentang penempatan dan pengujian tentang bahan mineral
8.      Geologi tektonik, adalah aplikasi informasi geologi masalah teknik
Cabang ilmu alam dan geologi lingkungan itu dapat dikategorikan lagi ke dalam 3 kategori, yaitu :
1.      Fisika; meliputi geografi fisik, proses hidrologi, tipe batuan dan tanah, klimatologi
2.      Biologi; meliputi aktivitas hewan dan tanaman, perubahan dalam proses dan kondisi biologi, informasi biologi tentang analisis ruang
3.      Sumber daya manusia termasuk penggunaan tanah ekonomi, estetika, interaksi antara aktivitas dan bidang fisika biologi.



















BAB III
PEMBAHASAN
Tujuh konsep dasar geologi lingkungan yang telah dijabarkan diatas pada dasarnya relevan untuk diterapkan secara umum. Namun dengan mengingat kondisi di Indonesia yang labil, dari ketujuh konsep dasar tersebut yang paling relevan dengan kondisi geologi di Indonesia adalah konsep empat dan konsep lima.
A.     Konsep keempat dan terapannya di wilayah Indonesia
Selalu terjadi proses alam yang membahayakan kehidupan manusia.. Bencana alam adalah konsekuensi dari kombinasi aktivitas alami (suatu peristiwa fisik, seperti letusan gunung, gempa bumi, tanah longsor) dan aktivitas manusia. Bencana alam yang terjadi di Indonesia sepanjang 2009 hingga 2010 didominasi akibat banjir dengan presentase sebanyak 60% disusul oleh longsor, gempa bumi dan tsunami. Bencana alam yang terjadi diakibatkan oleh material air seperti halnya banjir dan untuk longsor meski tidak murni penyebabnya air namun sangat berkaitan erat khususnya saat curah hujan sangat tinggi. Selain air kerusakan lingkungan seperti penggundulan hutan juga memicu terjadinya bencana alam di  Indonesia. Hal ini bisa terjadi karena dibawah tanah yang gembur terjadi penampungan – penampungan air yang pada batas waktu tertentu tanah tidak dapat menahan bebannya sehingga terjadi longsor. Salah satu contohnya, gempa bumi tsunami yang pernah melanda Aceh yang masih teringat di benak kita. Bencana tersebut telah merenggut banyak korban. Gelombang tsunami terjadi karena adanya gempa bumi tektonik dengan kekuatan 6,8 Skala Richter dimana pusat gempanya diperkirakan ada pada kedalaman 20km dibawah laut, sekitar 149 km sebelah selatan Meulaboh, NAD.
Di Indonesia banyak dijumpai titik – titik pertemuan lempeng samudra dan lempeng benua. Indonesia juga dikelilingi oleh dua sirkum pegunungan, yaitu sirkum mediteran dan sirkum pasifik serta banyak diliputi daerah berpotensi gempa. Selain itu, di negara ini juga masih banyak ditemui gunung – gunung berapi yang masih aktif dan saat ini mulai menunjukkan keaktifannya, contohnya anak gunung Krakatau dan gunung Tangkuban Perahu.
Indonesia adalah negara yang kaya dengan berbagai macam potensi alam yang menjanjikan seperti minyak bumi, batu bara, gas alam, serta barang tambang lainnya tetapi sekaligus juga memiliki banyak potensi gejala alam yang dapat menimbulkan kerugian jika menimpa manusia seperti gempa bumi, gunung meletus, tsunami dan sebagainya. Untuk itu, diperlukan penempatan tata ruang kawasan yang tepat agar bisa terhindar dari pengaruh gejala alam yang terjadi.
Proses alam ini harus dapat dikenali dan diprediksikan dengan mempertimbangkan kondisi iklim, biologi dan geologi. Setelah para ahli bumi dapat mengidentifikasi proses terjadinya bencana alam, mereka akan membuat informasi untuk para perencana dan pembuat keputusan. Kemudian, berbagai macam jalan alternatif diterapkan untuk menghindari atau setidaknya meminimalkan kerusakan yang akan merugikan kehidupan manusia.
B.      Konsep kelima dan terapannya di wilayah Indonesia
Perencanaan tataguna lahan dan tataguna air harus diupayakan seoptimal mungkin untuk memperoleh keseimbangan antara pertimbangan ekonomi dan variabel yang nyata, seperti estetika. Di Indonesia, tata guna lahan dan air belum tercipta antara keseimbangan ekonomi dan variabel lain, yaitu estetika. Konsep tata guna lahan dan air di Indoneia cenderung menitikberatkan keuntungan ekonomi. Hal ini mengakibatkan tata guna lahan di Indonesia mengesampingkan variabel lainnya. Pada perencanaan tata guna lahan dan air yang baik seharusnya tetap mempertimbangkan variabel lainnya dengan mencari solusi alternatif yang memaksimalkan kondisi yang menguntungkan bagi semua aspek.
Saat ini, pemandangan alam dapat dianggap sebagai sumber daya alam karena saat ini keindahan mempunyai nilai yang tinggi terhadap lingkungan dan manusia. Pertimbangan faktor abstrak seperti estetika telah menjadi sesuatu yang umum seperti halnya untung rugi. Hal ini terlihat dari banyak proyek yang hanya melihat pada pertimbangan keuntungan saja tetapi tidak pernah memperhatikan aspek lingkungan. Penggunaan tata lahan yang tidak sesuai dengan kondisi lahan dapat mengakibatkan kondisi lahan tidak seimbang. Banyak bangunan gedung – gedung mewah yang berdiri tegak di kota – kota besari di Indonesia yang tidak sesuai dengan proporsinya kondisi lahan.





BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
1.      Kesimpulan
·         Bumi pada dasarnya adalah sistem yang tertutup.
·         Bumi adalah satu – satunya tempat tinggal yang cocok bagi manusia dan memiliki sumber daya yang terbatas.
·         Perkembangan fisik bumi saat ini telah merubah keadaan alam dan terus mengalami perubahan selama periode geologi, bagaimanapun juga pentingnya dan frekuensi dalam proses ini adalah alami dan disebabkan perubahan buatan.
·         Di dalam bumi selalu terdapat proses yang dapat membahayakan manusia, bahaya tersebut harus dikenali dan dihindari sedapat mungkin, agar ancaman bahaya tersebut dapat diminimalisir.
·         Perencanaan yang sesuai dalam tata guna lahan dan air harus menciptakan keseimbangan antara perekonomian dan variabel lain seperti estetika.
·         Dampak penggunaan lahan cenderung kumulatif, oleh karena itu kita mempunyai kewajiban untuk menerima dan menanggungnya.
·         Komponen dasar dari lingkungan setiap orang adalah faktor geologi dan pemahaman terhadap lingkungan. Ini menjadi landasan yang komprehensif dan apresiasi dari ilmu bumi dan disiplin ilmu yang berhubungan.
Tujuh konsep dasar geologi lingkungan diatas pada dasarnya relevan untuk diterapkan secara umum. Mengingat keadaan geologi wilayah Indonesia yang labil, dari ketujuh konsep dasar geologi lingkungan tersebut, yang paling relevan untuk saat ini adalah konsep keempat dan konsep lima.
2.      Saran
Setelah mempelajari dan menganalisa ketujuh konsep dasar geologi lingkungan tersebut, maka penulis ingin memberikan saran – saran sebagai berikut :
1.      Terdapat proses bumi yang dapat membahayakan manusia. Untuk itu, manusia perlu waspada dan berusaha untuk mengantisipasinya.
2.      Sebagai seorang perencana wilayah dan kota, harus menyikapi masalah yang berkaitan dengan bahaya geologi yang terjadi dengan menerapkan ilmu – ilmu geologi lingkungan secara tepat.
3.      Indonesia memiliki beraneka ragam sumberdaya yang dapat dimanfaatkan sekaligus juga memiliki wilayah – wilayah yang rawan menimbulkan masalah geologi lingkungan.

















DAFTAR PUSTAKA
Keller, A. E. 1982. Environmental Geology. Charles E. Merrill. Publishing Company.
Gurning, Edison. 2004. Berita Gempa Bumi. Jakarta : Badan Meteorologi dan Geofisika dalam www.bmg.go.id

1 komentar:

Tyo Reynaldy mengatakan...

oke juga ya

Poskan Komentar

Soundcloud Rara Sabria

 

Sabrianora Putri Rosadi ♥ Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review